Showing posts with label Perairan laut. Show all posts
Showing posts with label Perairan laut. Show all posts

Thursday, May 2, 2013

Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus)

Ikan Kerapu (Epinephelus fuscoguttatus) tergolong dalam famili serranidae, tubuhnya tertutup sisik-sisik kecil. Kebanyakan tumbuh didaerah terumbu karang dan sekitarnya, ada pula yang hidup disekitar muara sungai. Menurut Menurut Nontji (1987), nama kerapu biasanya digunakan untuk empat genus anggota famili serranidae yaitu Epinephelus, Variola, Plectropomus dan Cromileptes. Sebagian besar Geus anggota famili serranidae hidup diperairan relatif dangkal dengan dasar terumbu karang, tetapi beberapa jenis diantaranya dapat ditemukan dikedalaman sekitar 300 meter.

Kerapu macan termasuk kelompok ikan kerapu yang berharga tinggi. Jenis kerapu ini merupakan ikan yang hidup tersebar di berbagai perairan yang berkarang di Nusantara dan penyebarannya meliputi perairan di wilayah Indo-pasifik. 


Sumber : www.konsumenreview.com
Klasifikasi Ilmiah :

Phylum : Chordata 
Class : Teleostomi
Sub class : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Sub Ordo : Percoidae
Famili : Serranidae
Sub famili : Epinephilinae
Genus : Epinephelus
Spesies : Epinephelus fuscoguttatus

Identifikasi kerapu macan pertama kali dilakukan oleh Webwr dan Beaufort (1931), keduanya mendeskripsikan ikan tersebut mempunyai bentuk badan yang memanjang gepeng (Compressed) atau agak membulat, mulut lebar serong keatas dengan bibir bawah menonjol keatas. Rahang bawah dan atas dilengkapi dengan gigi geratan berderet dua baris, lancip dan kuat serta ujung luar bagian depan adalah gigi terbesar.

Sirip ekor umumnya membulat (rounded), sirip punggung memanjang dimana bagian jari-jarinya yang keras berjumlah kurang lebih sama dengan jari-jari lunaknya. Jari-jari sirip yang keras 6-8 buah, sedangkan sirip dubur berjumlah 3 buah, Jari-jari sirip ekor berjumlah 12-17 dan bercabang dengan jumlah 13-15. 

Warna dasar sawo matang, perut bagian bawah agak keputihan dan pada badannya terdapat titik berwarna merah kecoklatan serta tampak pula 4-6 baris warna gelap yang melintang hingga keekornya. badan diitutupi oleh sisik kecil, mengkilat dan memiliki ciri-ciri loreng.


Daerah penyebarannya dimulai dari Afrika Timur, Kepulauan Ryukyu (Jepang selatan), Australia, Taiwan, Mikronesia, dan Polinesia (Katayama, 1960). Di Indonesia ikan kerapu macan terdapat hampir diseluruh wilayah perairan seperti Teluk Banten, ujung Kulon, Kepulauan Riau, Kepulauan Seribu, Kepulauan Karimunjawa, Maduran, Kalimantan, dan Nusa Tenggara (Sugama dkk, 2001). 

Sumber :id.wikipedia.org
Dalam siklus hidupnya kerapu muda hidup diperairan karang pantan dengan kedalaman 0,5-3 meter, selanjutnya menginjak masa dewasa beruaya keperairan yang lebih dalam antara 07-40 meter. Biasanya perpindahan ini berlangsung pada siang dan seja hari. 

Telur dan larva bersifat pelagis sedang kan kerapu muda dan dewasa bersifat demersal (Tampubolon dan Mulyadi, 1989). habitat favot=rite larva dan kerapu muda adalah perairan pantai dekat muara sungai dengan dasar pasir berkarang yang banyak ditumbuhi padang lamun.

Ikan kerapu macan merupakan jenis ikan karnivora yang memangsa ikan-ikan kecil, kepiting dan udang-udangan. Di alam ikan kerapu macan makan sambil berenang di antara batu-batu karang, lubang atau celah-celah batu yang merupakan tempat persembunyiannya. 

Reproduksi ikan kerapu macan bersifat hemaprodit protogini, yakni pada tahap perkembangan mencapai dewasa (matang gonad) berjenis kelamin betina kemudian berubah menjai jantan setelah tumbuh besar atau ketika umurnya bertambah tua.  


Sumber : genuardis.net



Referensi :
http://bbpbl.djpb.kkp.go.id/index.php/profil/68-kerapu-macan.html
http://pande-artana.blogspot.com/2012/01/kerapu-macan.html
http://erren03.blogspot.com/2012/08/morfologi-kerapu-macan.html

Wednesday, February 27, 2013

Kerang kupang

Kerang Kupang merupakan jenis kerang laut yang sudah lama dikenal terutama oleh masyarakat Jawa Timur. Kerang ini biasa diolah dan dijadikan masakan yang biasa disebut "lontong kupang", makanan khas jawa timur dan tidak ditemukan di daerah lain. Kerang laut umumnya hidup didasar perairan dengan cara membenamkan sebagian cangkang didalam lumpur atau pasir atau camouran keduanya. Beberapa jenis kerang mempunyai bysus semacam otot pada engsel cangkang yang digunakan untuk menempel pada substrat di dasar perairan, termasuk kerang kupang.

Kerang kupang menjadi komoditi penting bagi nelayan di Jawa Timur, khususnya daerah Surabaya, Sidoarjo, Gresik. pengumpulan kerang ini menjadi mata pencaharian yang cukup menjanjikan bagi nelayan setempat, meskipun proses penangkapan, pengolahan, hingga dagingnya siap dijual, memerlukan modal, waktu, dan menguras tenaga.

Daging kerang kupang
sumber : www.tiffinbitu.com

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan : Animalia
Filum : Mollusca
Kelas : Bivalvia
Subkelas : Heterodonta
Ordo : Mytiloida
Famili : Mytilidae
Subfilum : Mytilinae
Genus : Mytilus
Spesies : Mytilus edulis

Kerang kupang juga merupakan moluska yang termasuk dalam kelas Bivalvia, bangsa Mytiloida, suku Mytilidae dan  marga Musculista. Cangkang kerang laut ini terdiri daru dua keping, ukuran cangkangnya kecil maksimum 33 mm, bentuknya pipih, agak menggembung pada bagian umbonya. Cangkangnya tipis, permukaannya halus, berwarna kehijauan, atau kuning kehijauan dan memiliki bercak-bercak cokelat atau guratan-guratan zig-zag berwarna cokelat di dekat umbo dan engsel cangkang.

Bysus yang bentuknya sempurna seperti serbut-serabut bercampur substrat pasir lumpur membentuk kokon yang akan melindungi cangkangnya yang tipis. Di alam, cangkang kerang kupang tampak terbungkus dengan kokon yang berbentuk seperti serabut-serabut rambut halus.

Populasi kerang kupang biasanya melimpah di perairan pantai, hidup menggantung pada substrat, atau membenamkan cangkangnya di dasar pasir berlumpur. Seperti halnya kerang hijau, kerang kupang hidup menggerombol pada substrat didasar perairan dengan cara membenamkan sebagian cangkangnya secara vertikal, hingga hanya bagian posteriornya yang muncul dipermukaan substrat. Dengan posisi ini kerang menggunakan siphon untuk mengalirkan air dan sekaligus makanan.

Tempat hidup yang disukai adalah pantai dengan pasir berlumpur. Kerang ini mampu hidup hingga kedalaman 20 meter dan dapat hidup di berbagai jenis substrat, yaitu habitat keras, lunak, air dan hidup pada organisme lain.

Beberapa pustaka mencatat tipe habitat kerang kupang yakni pada substrat keras seperti kayu dan batuan; substrat lunak biasanya adalah pasir baik yang sedang maupun halus butirannya dan menempel pada organisme lain (menempel pada cangkang kerang lain).

Kerang kupang memiliki fekunditas yang tinggi, cepat tumbuh, masa anakan pendek dan mampu menyebar luas, sehingga termasuk jenis "invader" (mampu menguasai satu wilayah/ekosistem) yang sukses. 

Kelaminnya terpisah, kerang jantan dan betina memijah dalam waktu yang bersamaan, biasanya pada awal musim kemaran atau pada akhir musim penghujan. Prosed reproduksi melalui tahap anakan larva yang bersifat planktonik, melayang-layang diperairan selama kurang lebih 55 hari sebelum tumbuh sempurna seperti induknya dan menetap di dasar perairan. Pada umur sembilan bualan kerang sudah dewasa dan diperkirakan mampu hidup selama dua tahun.

Kerang kupang disebut "suspension feeder" yakni pemakan bahan organik/jasad renik dan organisme planktonik yang masuk bersama air melalui siphonnya.

Nelayan di kawasan Surabaya, mengumpulkan kerang kupang dari berbagai lokasi seperti di Pantai Kenjeran, Pantai Suro Madu dan sepanjang pantai di daerah Sidoarjo. Umumnya nelayan mengumpulkan kerang pada malam hari ketika air pasang surut. Kumpulan yang menempel pada substrat dikumpulkan menggunakan semacam sabit agar serabut-serabut substrat mudah ditarik, kemudian kumpulan kerang-kerang dimasukan dalam karung-karung plastik.


Seumber : www.eresepsi.com

Di Surabaya, di kawasan Kalijudan XII terdapat semacam sentra atau pusat pengolahan kerang kupang, sebelum dijual dagingnya. Dikampung ini usaha kerang kupang hampir dilakukan setiap rumah. Kerang kupang hasil tangkapan diren dam di sebuah ember besar, menggunakan stik bambu barbagai ukuran, kumpulan kerang yang tertutup serabutkokon dan saling menempel pada substrat di pilin berkali-kali dengan cara memutar stik bambu, sampai kerang terlepas dari substrat dan kokon. 

Selanjutnya substrat dan kokon yang tertinggal dan menempel pada stik bambu di diperas dan dilepaskan dari bambu, demikian seterusnya. Gumpalan substrat dari serabut-serabut yang bercampur lumpur kehitaman berbentuk bulat lonjong inilah yang diduga orang sebagai kotoran manusia

Kerang yang sudah terpisah dari substrat kemudian dicuci dengan air bersih berkali-kali hingga cangkang benar-benar bersih. kemudian direbus dalam panci besar sambil diaduk hingga cangkang terlepas dari daging kerang. daging kerang yang diperoleh dari rebusan tersebut kemudian dicuci kembali berkali-kali, disaring hingga bersih dan siap dijual dan di olah menjadi masakan lontong kupang.


Masakan Lontong kupang
Sumber : www.any-thing.net
log.viva.co.id

Air rebusan cangkangpun dimanfaatkan sebagai campuran untuk membuat kerupuk kerang yang berwarna kehijauan. Onggokan cangkannya biasa dimanfaatkan sebagai pakan tambahan untuk ternak itik.

Lontong kupang yang menggunakan bahan baku daging kerang kupang, menjadi makanan khas Surabaya, karena emang kerang kupang hanya dijumpai di beberapa pantai dikawasan Surabaya dan Sidoarjo, meskipun dilaporkan terdapat juga di Gresik dan Probolinggo.

kerang ini mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi dan mudah menyebar, bahkan di Australia kerang ini merupakan jenis pendatang yang dikhawatirkan dapat mendesak populasi kerang lokal. Namun demikian masih banyak yang harus dipelajari tentang distribusi dan kekerabatan antar populasi dan jenis yang kini diduga telah masuk ke Australia dari Asia.




Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kupang_%28moluska%29
http://www.biologi.lipi.go.id/bio_indonesia/mTemplate.php?h=34&id_publikasi_jurnal=170
http://www.infojajan.com/article/nutrisi-dan-manfaat-kerang
http://www.eastjavatraveler.com/kupang-khas-dari-kraton-pasuruan/

Friday, February 15, 2013

Ikan Kerapu Sunu (Plectropomus leopardus)

Ikan Kerapu Sunu merupakan ikan dari famili Serranidae dengan genus Plectoparmus. Kerapu sunu juga merupakan komoditas ekspor yang harganya cukup tinggi. Dua jenis kerapu sunu yang berharga tinggi dan terdapat di Indonesia yaitu Plectropomus leopardus (leopard corraltrol) dan Plectropomus maculatus (barred cheek corra ltrout). Selain itu ada dua jenis kerapu sunu lagi namun tidak begitu populer di Indonesia yaitu Plectropomus areolatus, Plectropomus leavis (bernoda biru).  

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Famili : Serranidae
Genus : Plectropomus 
Sepesies : 1 Plectropomus leopardus
2 Plectropomus maculatus
3 Plectropomus areolatus
4 Plectropomus leavis

Pada umumnya ikan kerapu memiliki bentuk tubuh agak rendah, moncong panjang memipih dan menajam. Ciri yang membedakan ikan kerapu sunu dengan ikan kerapu yang lainnya adalah kepala, badan, dan bagian tengah dari sirip berwarna abu-abu kehijau-hijauan, cokelat, merah atau jingga kemerahan dengan bintik-bintik biru yang berwarna gelap pada pinggirnya. Binti-bintik pada kepala bagian depan badan sebesar diameter bola matanya atau lebih besar.

Angga Yudistira Picture / Kerapu Sunu
Kerapu sunu (Plectropomus maculatus) tergolong karnivora dan cendrung menangkap atau memangsa yang aktif bergerak di dalam kolam air, ikan kerapu juga bersifat kanibal. biasanya mulai terjadi saat larva kerapu berumur 30 hari, dimana pada saat itu larva cendrung berkumpul di suatu tempat dengan kepadatan tinggi. Kerapu sunu mencari makan dengan menyergap mangsa dari tempat persembunyiannya. makanan yang di makan ikan kerapu yatu ikan-ikan kecil, cumi, udang dan lainnya. Pada ikan kerapu yang di budidayakan biasa diberi pakan pellet dan ikan runcah.

Pada stadia larva, kerapu sunu termasuk jasad pemakan plankton. Perubahan sifat menjadi karnivora dan predator, terjadi sejak mencapai stadia juwana. Menjelang dewasa, ikan ini tergolong jenis ikan predator yang memangsa ikan-ikan kecil, udang dan cumi-cumi.

Ikan kerapu sunu termasuk hemaprodhit protogynous. Artinya awal masa hidupnya secara seksual berstatus betina, kemudian berubah menjadi jantan setelah mencapai ukuran tertentu. Hasil penelitian di tuliskan, perubahan kelamin terjadi pada saat panjang total ikan berukuran antara 23-62 cm atau panjang total rata-rata 42 cm.

Telur dan larva kerapu bersifat pelagis, sementara kerapu dewasa bersifat demersal atau berdiam di dasar kolam. Habitat favorit larva kerapu sunu adalah perairan pantai dekat muara sungai. Pada malam hari larva kerapu banyak muncul ke permukaan sungai, begitu sebaliknya pada siang hari larva kerapu biasanya tidak muncul ke permukaan air. Hal ini sesuai dengan sifat kerapu sebagai organisme nocturnal yakni, aktif pada malam hari dan sebaliknya pada siang hari lebih banyak bersembunyi di liang-liang karang.

Ikan kerapu tersebar luas dari wilayah Asia Pasifik termasuk Laut Merah, tetapi lebih terkenal dari teluk Persi, Hawai atau Polinesia dan hampir seluruh perairan pulau tropis Hindia dan Samudera Pasifik Barat dari Pantai Timur dari Pantai Timur Afrika sampai dengan Mozambika. Untuk wilayah persebaran ikan kerapu sunu sendiri tersebar di perairan Kepulauan Karimunjawa, Kepulauan Seribu, Lampung Selatan, Kepulauan Riau, Bangka Selatan dan perairan karang. 

ikan kerapu merupakan ikan dasar umunya ditemukan di daerah terumbu karang, namun ada juga yang di temukan di daerah muara atau daerah pantai yang berbatu karang. Ikan kerapu muda banyak ditemukan di perairan pantai di daerah padang lamun sedangkan yang lebih dewasa akan menghuni perairan yang lebih dalam di daerah yang berbatu karang. Kedalaman favorit ikan ini antara 7-9 meter.



Referensi :
http://hobiikan.blogspot.com/2009/04/kerapu-sunu.html
http://www.scribd.com/doc/98314083/kerapu-sunu
http://pulaumamburit.wordpress.com/2009/06/11/ikan-kerapu-sunu

Tuesday, December 25, 2012

Udang Putih | Vannamei (Litopenaeus vannamei)

Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) di sebut juga dengan udang putih yang merupakan sumber daya ikan golongan Crustacea. Udang ini merupakan spesies asli dari perairan Amerika Tengah. Resmi diperkenalkan dan dibudidayakan di Indonesia pada tahun 2000. Hal yang menggairahkan kembali pada usaha pertambakan di Indonesia pada saat ini yang sebelumnya mengalami kegagalan budidaya akibat serangan penyakit bintik putih (white spot) pada budidaya udang windu (Penaeus monodon). Penyebaranya meliputi Pantai Pasifik, Meksiko, Laut Tengah dan Selatan Amerika. Wilayah dengan suhu air secara umum berkisar di atas 20 derajat celcius sepanjang tahun dan merupakan tempat populasi udang vanname berada.

Udang vannamei digolongkan ke dalam genus Penaid pada filum Artrhopoda. Terdapat ribuan spesies dari filum ini, namun yang mendominasi perairan berasal dari subfilum Crustacea. Ciri ciri subfilum Crustacea, mamiliki 3 pasang kaki berjalan yang berfungsi untuk mencapit, terugtama dari ordo Decapoda, seperti Litopenaeus shinensis, Litopenaeus indicus, Litopenaeus japonicus, L. monodon, Litopenaeus stylirostris dan Litopenaeus vannamei. 

Morfologi Udang Vannamei | http://lanwebs.lander.edu
Klasifikasi Ilmiah :

Kingdom : Animalia
Subkingdom : Metazoa
Filum : Arthropoda
Subfilum : Crustacea
Kelas : Malacostrata
Subkelas : Eumalacostrata
Superordo : eucarida
Ordo : Decapoda
Subordo : Dendrobrachita
Famili : Penaidae
Genus : Penaeus
Subgenus : Litopenaeus
Species : Litopenaeus vannamei.

Vannamei termasuk dalam crustacea yang tergolong dalam ordo Decapoda seperti halnya lobster dan kepiting serta udang udang lainnya. Kata Decapoda berasal dari kata deca = 10, poda = kaki, hewan ini juga memiliki karapas yang berkembang menutupi bagian kepala dan dada menjadi satu (chepalothorax). Famili Penaeidae yang menetaskan telurnya di luar tubuh, setelah dikeluarlakan oleh betina dan udang ini juga mempunyai tanduk (rostrum).

Genus penaeus yang ditandai dengan adanya gigi pada bagian atas dan bawah rostrum juga ditandai dengan hilangnya bulu cambuk (satae) pada tubuhnya. secara khusus udang ini memiliki 2 gigi pada tepi rostrum bagian ventral dan 8-9 gigi pada tepi rostrum bagian dorsal. Subgenus Litopenaeus, yang ditandai dengan adanya organ seksual (thelycum) yang terbuka tanpa adanya tempat penampung sperma pada spesies betina.

Udang vannamei termasuk golongan hewan omnivora yaitu memakan segala, baik dari bahan hewani maupun nabati. Beberapa sumber makanannya antara lain udang kecil (rebon), fitoplankton, copepoda, polychaeta, larva kerang dan lumut. 


Meraka mencari  dan mengidentifikasi makanannya menggunakan sinyal kimiawi berupa getaran dengan bantuan organ sensor. Organ sensor ini terpusat pada ujung anterior antenula, bagian mulut, capit, antena dan maxilliped. Dengan bantuan sinyal kimiawi kimiawi yang di tangkap, udang akan merespon untuk mendekati atau menjauhi sumber pakannya.

Untuk mendekati sumber pakannya, udang akan berenang menggunakan kaki jalan yang memiliki capit. Pakan langsung yang didapatkannya langsung di kepit mnggunakan kaki jalannya kemudian di masukan kedalam mulut. Pakan yang berukuran kecil akan masuk kedal keronggkongan dan ensophagus. Bila pakan yang dikonsumsi berukuran lebih besar, akan dicerna secara kimiawi terlebih dahulu oleh maxilliped di dalam mulutnya. Udang akan berhenti makan apabila mereka sudah kenyang.

Semua golongan arthropoda termasuk udang mengalami pergantian kulit atau disebut dengan molting secara periodik, sehingga ukuran tubuhnya bertambah besar. Agar udang bisa tumbuh menjadi besar, secara periodik mereka akan melepaskan jaringan penghubung antara epidemis dan kutikula ekstraseluler, udang segera melepaskan diri dari kutikula atau cangkang, kemudian menyerap air untuk memperbesar tubuh dan eksoskeleleton yang baru dan selanjutnya terjadi proses pengerasan dengan mineral-mineral protein.


Proses molting pada udang akan menghasilkan peningkatan ukuran tubuhnya (pertumbuhan) secara kontinyu dan secara berkala. Ketika molting tubuh udang menyerap air dan bertambah besar, kemudian terjadi pengerasan kulit. Setelah kulit luarnya keras, tubuh udang tetap sampai pada siklus molting berikutnya.

Dalam kondisi molting, udang sangat rentan terhadap serangan udang-udang lainnya, karena disamping kondisinya sangat lemah kulit luarnya belum mengeras. Udang pada saat milting mengeluarkan cairan molting yang mengandung asam amino, enzim dan senyawa organik hasil dekomposisi parsial eksoskeleton yang baunya merangsang nafsu makan udang. Hal tersebut bisa membangkitkan sifat kanibalisme udang yang sehat.

Udang vannamei merupakan salah satu jenis udang introduksi yang diminati oleh petambak budidaya saat ini, karena memiliki keunggulan seperti tahan penyakit, pertumuhan cepat (masa pemeliharaan 100-110 hari), sintasan selama pemeliharaan tinggi dan nilai konversi pakannya rendah (FCR 1:1,3).

Udang vannamei umumnya dibudidayakan secara intensif dan semi intensif. Pada salah satu sumber dituliskan dalam hasil kajian menunjukan bahwa vannamei juga dapat diproduksi dengan pola tradisional. Ukuran panen yang dihasilkan lebih besar sehingga harga perkilo gramnya menjadi lebih mahal (kkp.go.id).

Gambar kegiatan panen udang Vannamei

 
















Reverensi :
http://www.kkp.go.id/index.php/arsip/c/7519/BUDIDAYA-UDANG-VANNAMEI
http://mengenaludangwindu.blogspot.com/2009/04/mengenal-udang-putih-vanamei.html
http://sciencedesmus.blogspot.com/2012/05/udang-vannamei.html
http://lanwebs.lander.edu/faculty/rsfox/invertebrates/farfantepenaeus.html
Gambar : Setiyo Meitri, Ardiyansah & Baudan Marius, PKL III Semester IV Politeknik N Pontianak, Tambak Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei), PT. Aquatica Intiraya Prima; Mempawah, Kab. Pontianak, Kal-Bar, Juli 2012. 

Saturday, December 15, 2012

Cumi cumi

Cumi cumi  merupakan sumber daya ikan dari kelompok hewan cephalopoda besar atau jenis mollusca yang hidup di perairan laut. Nama cephalopoda dalam bahasa yunani berarti "kaki kepala" hal ini karena kakinya yang terpisah menjadi sejumlah tangan yang melingkari kepala. Cumi cumi termasuk hewan invertebrata yaitu tdak memiliki tulang pada tubuhnya (tidak bertulang belakang). Hewan ini mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk bergerak lihai karena adanya sistem yang sangat menarik. Tubuhnya yang lunak diselimuti oleh lapisan pelindung tebal yang dibawahnya air dalam jumlah besar disedot dan disemburkan oleh otot-otot yang kuat, sehingga dapat memungkinkan cumi cumi untuk bergerak mundur. Cumi-cumi jepang yang bernama todarodes pacficus, ketika berpindah tempat sejauh 1250 mil (2000 kilometer) melaju sekitar 1,3 mil/jam (2 kilomater/jam). Untuk jarak pendek ia dapat melaju hingga 7 mil/jam (11 kilometer/jam). Beberapa jenis diketahui melebihi 19 mil/jam (30 kilometer/jam).

Klasifikasi Ilmiah :

Kerajaan : Animalia
Filum : Mollusca
kelas : Cephalopoda
Subkelas : Coleoidae
Superordo : Decapodiformes
Ordo : Teuthida 

Sumber : qimeo.com
Cumi-cumi memiliki bentuk tubuh yang berbentuk pipa, kepala yang berkembang sempurna, dan 10 tangan panjang di kepala yang bermangkuk penghisap. Tangan-tangan ini berguna untuk menjerat mangsanya kemudian disobek menggunakan rahangnya yang kuat, mirip dengan paruh binatang. Cumi-cumi menghisap air melalui rongga pusat tubuhnya, rongga mantel dan memaksanya keluar melalui suatu pembuluh yang lentur yang disebut dengan sifon. Sifon terletak dibelakang tangan, dengan sifon ini yang kemudian akan memancarkan air sehingga mampu mendorong cumi-cumi untuk berenang mundur.

Sirip yang terdapat pada cumi-cumi merupakan 2 perluasan mantel seperti kuping yang kemudian digunakannya sebagai pergerakan hewan ini. Matanya tidak memiliki kelopak mata namun ia terlihat seperti mata manusia.

Mata cumi-cumi
Sumber : 1 looking-news.blogspot.com
2
orgs-evolution-knowledge.net
Cumi-cumi memiliki tiga jantung dan berdarah biru. Dua dari jantung mereka letaknye dekat dengan masing-masing insangnya. Dengan hal ini mereka dapat memompa oksigen ke bagian tubuh yang beristirahat dengan mudah. Cumi-cumi memiliki pokok sistem pernapasan senyawa tembaga , berbeda dengan manusia dimana manusia memiliki pokok sistem pernapasan senyawa besi, yang berakibat jika terlalu tertutup pada permukaan dimana terdapat air panas,  cumi-cumi dapat mati dengan mudah karena lemas.

Hewan ini mampu hidup di air dalam selama musim dingin, saat akan bertelur kemudian menetaskan telurnya, cumi-cumi akan berenang memasuki air dangkal. Meraka juga dapat mengubah warna tubuhnya dari coklat menjadi ungu, merah atau kuning sebagai kamuflase dirinya untuk mengelabuhi dari ancaman pemangsanya.

Cumi-cumi memiliki lapisan kulit tipis yang membantu sistem berenang reaksi. Mereka mengapung di air dengan cara melambai-lambaikan selaput berbentuk menyerupai tirai. Lengannya, di pihak lain, berguna menyeimbangkan tubuh selama mengambang. Lengan-lengan juga beguna untuk mengerem menghentikan laju.

Sistem berenang reaksi cumi-cumi ternyata bekerja dengan cara dasar yang mirip dengan pesawat jet. Cara kerja tubuhnya sangatlah rumit. Pada kedua sisi kepala hewan ini terdapat lubang yang menyerupai kantung. Air akan disedot masuk melalui luabang ini menuju suatu rongga berbentuk tabung didalam tubuhnya. Kemudian ia menyemprotkan air tersebut keluar melalui pipa sempit yang terletak tepat dibawah kepalanya dengan tekanan tinggi, sehingga dengannya ia mampu bergerak cepat ke arah yang berlawanan akibat gaya reaksi.


Seekor cumi-cumi dapat menghindar dari pemangsanya dengan cepat karena pengerutan otot yang cepat. Ketika kecepatannya tidak cukup untuk melindungi dirinya, mereka menyemprotkan tinta gelap dan berwarna pekat yang di olah dalam tubunya. Tinta ini akn mengejutkan mangsa dalam beberapa detik yang cukup bagi cumi-cumi untk melarikan diri.

Sistem pertahanan dan gaya berenang reaksi pada cumi-cumi juga berguna bagi mereka selama berburu. Mereka dapat menyerang dan mengejar mangsanya dengan kecapatan tinggi. Sistem saraf yang rumit mengatur pengerutan dan pengenduran yang dibutuhkan untuk mengatur gaya renang reaksinya. Oleh karenanya, sistem pernapasan mereka juga sempurna, yang menghasilkan metabolisme tubuh yang tinggi yang diperlukan untuk semburan air berkecepatan tingginya.

Cumi-cumi bukanlah satu-satunya hewan yang berenang menggunakan sistem reaksi. Gurita juga menggunakan sistem yang sama. Meskipun demikian, gurita bukanlah peranang yang aktif, mereka banyak menghabiskan sebagian besar waktunya dengan berkeliling melintasi karang dan jurang di dasar lautan dalam.

Sumber : maskolis.blogspot.com
Cumi-cumi bersifat karnivora yang berarti pemakan daging. Mereka hidup sebagai pemangsa ikan dan hewan lainnya yang lebih kecil dari ukurannya. hewan ini menarik makanannya dengan tentakel yang lebih pendek ketika makanan itu terenggut dengan kekuatan seperti paruh bebek. Kemudian radula membenturkan makanannya turun ke krongkongan sehingga akan turun ke perut untuk di cerna. Radula adalah pita tanduk pada lidah.

Cumi sangat terbantu selama berburu dengan adanya adanya alat peraba (tentakel) pada mulutnya. Tentakel yang seperti cambuk ini biasanya tetap tergulung dalam kantung yang terletak dibawah lengan-lengannya. Ketika menemukan mangsa, cumi-cumi menjulurkan tentakel untuk menyergapnya. 

Makhluk ini bergantung pada lengan-lengannya (keseluruhan berjumlah delapan) yang telah dirancang dengan tepat. Ia mampu dengan mudah mencabik-cabik seekor kepiting menjadi serpihan kecil dengan menggunakan paruhnya. cumi-cumi menggunakan paruhnya dengan begitu terampil sehingga mampu dengan baik melunangi cangkang kepiting dan mengeluarkan dagingnya dengan mudah untuk kemudiam ia makan.


Reproduksi cumi-cumi dengan cara seksual. Pada cumi-cumi betina ia akan mengeluarkan banyak benang telur kedalam air dan cumi-cumi jantan mengeluarkan sperma. 

Dibawah kulit cumi-cumi tersusun sebuah lapisan padat kantung-kantung pewarna lentur yang disebut kromatofora. Dengan menggunakan lapisan ini, mereka dapat berkamuflase yang merubah penampilan warna kulitnya, yang tidak hanya membantu dalam penyamaran namun juga sebagai sarana komunikasi. Misalnya, cumi jantan akan menunjukan warna yang berbeda ketika kawin dan perubahan warna ketika berkelahi dengan seekor penantang.

Saat cumi-cumi jantan sedang bercumbu dengan cumi-cumi betina, kulitnya akan berwarna kebiruan. Jika ada jantan lain yang mendekat pada saat kawin, ia akan menunjukan warna kemerahan pada separuh tubuhnya kepada jantan lain yang datang. Merah adalah warna peringatan yang digunakan pada saat menantang atau melakukan serangan.

Telur cumi-cumi memiliki permukaan lengket yang memungkinkannya menempel pada rongga-rongga atau substrat di kedalaman lautan. 

Pada umumnya cumi-cumi biasanya berukuran sekitar 5,1 cm, namun ada jenis cumi-cumi raksasa berukuran lebih dari 15 m (Architeuthis princeps). Cumi-cumi raksasa ini sering ditemukan terdampar disepanjang pantai Newfoundland.

Cumi-cumi raksasa / bintangdisurga2008.multiply.com
Cumi-cumi yang biasa dikonsumsi oleh manusia adalah jenis Loligo pealei dan tersebar di perairan Laut Tengah, Asia timur dan sepanjang pantai timur Amerika Utara. Ada yang hidup dekat dengan permukaan air dan ada pula yang hidup di perairan dalam sekali atau palung laut.

Heteoteuthis merupakan salah satu jenis cumi-cumi perairan dalam. Ia merupakan jenis cumi-cumi yang memiliki kemampuan memancarkan cahaya. Organ yang mengeluarkan cahaya itu terletak pada ujung suatu juluran panjang yang menonjol di depan. Hal ini dikarenakan peristiwa luminasi yang terjadi pada cumi-cumi jenis ini. Heteoteuthis menyemprotkan sejumlah besar cairan bercahaya apabila merasa dirinya terganggu. Proses ini sama seperti halnya cumi-cumi biasa yang menyemprotkan tinta.

Adapula jenis cumi-cumi terbang (Ommastrephes bartrami), yang dapat dibandingkan dengan ikan terbang. Hewan ini sering melompat keluar dari air, terutama dalam cuaca buruk dan kadang-kadang terdampar di atas dek kapal nelayan.

Cumi jenis kecil tidak mengganggu manusia namun jenis yang besar dapat menjadi ancaman yang berbahaya bagi manusia ketika menyelam. Total jenis cumi-cumi yang tersebar di seluruh bagian dunia terdapat sekitar 300 sepesies cumi-cumi yang berbeda.

Cumi-cumi juga sebagai kebutuhan ekonomi, karena mereka digunakan sebagai makanan, dan sebagai umpan pada jaring ikan. Mereka menjadi makanan ikan kecil, crustacea dan cumi-cumi yang lain dalam perlengkapan lingkaran makanan ikan lain yang besar.

Menurut data dari Food and Agricultural Organization (FAO), jumlah mollusca yang ditangkap untuk kepentingan komersial pada tahun 2002 adalah 3.173.272 ton dan 75,8% dari jumlah tersebuat adalah cumi-cumi yang di konsumsi. Bahkan cumi-cumi poligo atau jenis cumi-cumi yang kita makan, menurut data US Commercial Fisheri, di tahun 2008 sudah tercatat sekitar 8 juta ekor cumi-cumi ini telah ditangkap di pesisir California. Hal ini di karenakan kandungan gizi yang baik untuk manusia, yaitu selenium, riboflavin dan vitamin B12, serta tinta cumi-cumi yang juga dapat digunakan untuk mencegah kanker.

Gambar cumi cumi

Cumi-cumi bercahaya
Sumber : 1 berita-setiap-saat.blogspot.com
2
science.lintas.me
3
betal-boyz.blogspot.com
Cumi-cumi terbang
Sumber : 1 diditrizali.blogspot.com
2
kabehpedia.blogspot.com
3
rimanews.com


Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Cumi-cumi
http://ikanmania.wordpress.com/2007/12/31/mengenal-cumi-cumi/
http://www.wpi.kkp.go.id/?p=936