Showing posts with label ikan peliharaan. Show all posts
Showing posts with label ikan peliharaan. Show all posts

Monday, October 8, 2012

Jenis Jenis Ikan Maskoki



Ikan Maskoki (Carassius auratus), semenjak pertama kali ditemukan hingga dipelihara orang, sampai sekarng terdapat kurang lebih 15 macam maskoki yang telah dikenal dan digemari oleh masyarakt. Tentu saja ini belum termsuk jenis-jenis persilangan baru yang dianggap belum waktunya untuk dipasarkan. Untuk mengenali jenis-jenis maskoki, berikut penjelasan singkat 15 jenis maskoki : 

  1. Pearl Scale (Sisik Mutiara)
    kuliah-ikan.blogspot.com
    Penggemar ikan hias sering menjuluki maskoki ini dengan sebutan Pear Scale dengan alasan lebih universal. Sisik di tubuh maskoki ini berwarna putih, muncul ke permukaan, dan bergerigi, sehingga tampak seperti mutiara (pearl). Maskoki mutiara mudah dikenali karena bentuknya tubuhnya berbentuk bulat sebesar bola pingpong. Siripnya berjumlah enam buah. Maskoki mutiara umumnya berwarna dasar merah atau jingga dengan sisik berwarna kuning putih bebercak hitam atau kuning keemasan. Maskoki jenis ini terbagi dua tipe; pertama tipe maskoki yang berjambul dan biasa disebut mutiara berjambul, dan tipe kedua adalah maskoki yang tidak berjambul atau populer dengan julukan koki bola pingpong. Di Indonesia saat ini dikembangkan maskoki sisik mutiara berjambul hasil persilangan.

  2. Calico (Kaliko)
    budidayanews.blogspot.com
    Maskoki kaliko cukup banyak penggemarnya karena kombinasi warna tubuhnya menarik. Umumnya kombinasi warna tersebut tampak berpadu secara acak. Oleh sebagian hobiis, maskoki kaliko dianggap paling baik sehingga harganya lebih tinggi dibandingkan dengan maskoki yang berwarna tunggal. Semakin lengkap dan serasi campuran warnanya, harganya juga akan semakin mahal. Maskoki kaliko dengan berbagai warna ini dinamakan kaliko pancawarna. Tubuh kaliko agak bundar dan memiliki kepala relatif kecil dengan mulut sedikit runcing. Sirip ekor dan sirip punggungnya cukup panjang sehingga tampak indah saat berlenggak-lenggok. Ciri khas dari kaliko yang sangat digemari terutama adalah kombinasi warna pada tubuhnya yang terdiri atas hitam, putih, kuning emas dan merah.

  3. Lion Head (Kepala Singa)
    anismerahku.wordpress.com
    Keindahan dan keunikan maskoki jenis ini terletak di kepalanya yang berjambul berwarna oranye sehingga ia tampak seperti singa (lion). Jambul maskoki lion head umumnya berwarna jingga kemerahan, sementara sisik tubuhnya berwarna kuning keemasan. Tubuh maskoki lion head tampak gemuk, bulat, pendek, dan sedikit bungkuk. Jenis ini tidak memiliki sirip punggung. Yang ada hanya sirip dada, sirip perut, dan sirip ekor yang beukuran relatif pendek. Variannya yang juga cukup dikenal bernama lion head slayer. warna tubuhnya mirip dengan lion head, yakni kuning agak keemasan, namun yang membedakannya adalah sirip ekornya sedikit lebih panjang.

  4. Ranchu (Koki Ganteng)
    kuliah-ikan.blogspot.com
    Maskoki Ranchu ditemukan di Jepang sekitar tahun 1784. Dengan demikian, maskoki ini termasuk jenis yang cukup tua. Di Jepang maskoki ini paling disenangi sehingga disebut ranchu (koki ganteng). Beberapa hobiis berpendapat maskoki ranchu merupakan salah satu varian dari maskoki lion head. Sepintas bentuk tubuhnya mirip dengan maskoki tersebut. Perbedaannya adalah gelembung dikepala maskoki ranchu lenih luas hingga mencapai pipinya. Di sinilah letak nilai jual maskoki ranchu. 

  5. Sukiyu/Pompon
    budidayanews.blogspot.com
    Sukiyu sering disebut juga dengan Pompon oleh pengusaha maupun konsumen ikan hias. Bentuk tubuhnya agak mirip dengan lion head. Ciri utama yang membedakannya dengan lain adalah adanya jaringan seperti lumut di hidung yang mirip kumis.
  6. Spencer (Oranda)
    ikanhias47.blogspot.com
    Bentuk tubuh maskoki pencer juga mirip lion head. Jambulnya berwarna jingga hingga merah. Tubuhnya berwarna kuning keemasan. Ciri maskoki pencer adalah terletak pada sirip dada dan sirip ekornya yang lebih panjang dibanding dengan maskoki lion head. Disamping itu, maskoki pencer memiliki sirip punggung, tidak seperti maskoki lion head. Maskoki ini di luar negeri lebih dikenal dengan nama Oranda. Sebagian besar pengusaha dan penggemar berpendapat bahwa maskoki lion head adalah hasil perkembangan dari maskoki pencer.

  7. Tosa (Si Ekor Rumbai)

    maskoki.comze.com
    Jenis Tosa ini paling sering dijumpai pada setiap pedanggang dan peternak maskoki. Tubuhnya agak bundar dengan sirip punggung, dada dan perut serta ekor yang relatif panjang. Tosa atau kokitosa ini jika tumbuh dengan baik, panjang sirip ekornya dapat melebihi panjang tubuhnya. Ketika berenang, ekor yang panjang ini akan bergerak-gerak mengikuti gerakan arus air sehingga di luar negeri disebut veil tail (ekor rumbai). 
  8. Bubble eye (Mata Balon)
    kaskus.co.id
    Maskoki ini disebut mata balon karena di bawah kedua matanya menggantung gelembung mirip balon. Gelembung tersebut sebenarnya menyulitkan dirinya untuk melihat dan bergerak leluasa. Karena itu, gerakan maskoki yang pada dasarnya sudah tidak lincah ini semakin terlihat lamban. Jika maskoki ini sedang bergerak, gelembung udara dimatanya akan bergoyang-goyang.
    Bentuk maskoki mata balon sebenarnya hampir sama dengan maskoki lainnya. Namun, maskoki ini tidak memiliki sirip punggung. Dari perkawinan silang yang dilakukan oleh penangkar muncul maskoki mata balon yang bersirip punggung. jenis ini harganya justru lebih mahal dibandingkan dengan maskoki mata balon lainnya karena daya tahan hidupnya saat burayak sangat rendah. Persentase hidup saat burayak hanya sekitar 0.7 %.
    Tubuh maskoki mata balon berbentuk bulat dan dilengkapi dengan sirip ekor yang mekar dan bercabang empat. Berdasarkan warnanya, dikenal tiga jenis maskoki mata balon yakni berwarna hitam pekat, jingga dan kombinasi antara merah, jingga, hitam dan putih. Keunukan maskoki mata balon adalah perubahan warna yang terjadi pada gelembung udara di bawah matanya. Ini terjadi seiring dengan perkembangan umurnya. Saat maskoki masih muda, gelembung tersebut berwarna kehijauan. Setalah dewasa, akan berubah menjadi hitam kekuningan. Sempurna tidaknya penampilan maskoki mata balon dilihat dari bentuk dan keseimbangan gelembung udara yang ada di bawah matanya. Maskoki mata balon bisa dinilai dari bentuk gelembung udaranya (bulat penuh), kekencangan, dan keseimbangan antara kiri dan kanan. Jika gelembung udaranya cacat, misalnya ukuran tidak seimbang atau salah satunya tampak kisut, harga jualnya akan turun.
  9. Red Head (Kepala Merah)
    maskoki.comze.com
    Maskoki ini dijuluki red head (kepala merah) karena adanya sebagian warna merah tepat di atas kepalanya. Warna merah ini tampak indah jika dipandu dengan warna lain seperti kuning. Bentuk tubuh maskoki red head mirip dengan maskoki lion head, namun tubuhnya berwarna putih. Selain itu, ekor maskoki red head juga lebih panjang dan lebar dari pada maskoki lion head. Di kalangan petani ikan hias lebih mengenalnya dengan julukan maskoki resket.
  10. Teleskop (Mata Teropong)
    maskoki.comze.com
    Maskoki ini dijuluki mata teropong karena matanya menonjol mirip teropong bintang atau teleskop. Bentuk tubuhnya sepintas mirp dengan maskoki kaliko. Tubuhnya ada yang berwarna hitam pekat atau terdiri atas paduan berbagai jenis warna yang indah.
  11. Bulldog
    intanpurnama.web.id
    Julukan bulldog disandang karena raut wajah maskoki ini mirip anjing jenis bulldog. Ciri-cirinya mirip dengan maskoki teleskop, tetapi matanya tidak menonjol. Tubuh dan siripnya lebih mirip dengan maskoki spencer.
  12. Black Moor
    donifatar.blogspot.com
    Bentuk tubuh maskoki black moor merupakan perpaduan dari maskoki tosa dan maskoki red head. Bagian kepala maskoki ini mirip dengan maskoki bulldog, tetapi sirip punggung dan ekornya lebih panjang. sesuai dengan julukannya, maskoki ini berwarna hitam pekat.
  13. Celestial (Star Gazer)
    informasi-budidaya.blogspot.com
    Celestial juga merupakan salah satu jenis maskoki yang memiliki bentuk tubuh seperti lion head. Perbedaannya, mata maskoki jenis ini selalu mengarah ke atas seperti sedang melihat langit. Karena itu, maskoki ini dijuluki satar gazer atau si penonton langit. Keunikan maskoki ini juga tidak memiliki sirip punggung seperti halnya maskoki lion head.
  14. Fan Tail (Si Ekor Kipas)
    maulanams.multiply.com
    Maskoki ini dijuluki si ekor kipas karena ekornya pendek mirip dengan kipas (fan tail). Bentuk dan warna tubuhnya mirip dengan maskoki tosa namun ukuran sirip punggung dan sirip ekornya lebih pendek.
  15. Tosakin
    archive.kaskus.co.id

    spesialisfishcompany.blogspot.com
    Keistimewaan maskoki ini terletak pada warna ekornya yang meriah mirip warna ekor burung nerak. Namun, bentuk dan warna tubuhnya tidak jauh berbeda dengan maskoki tosa."wah rasanya ingin memiliki semuanya ya,, cakep-cakep"
     
Referensi :
Ir. Evi Liviawaty dan Ir. Eddy Afrianto, Maskoki, Budidaya dan Pemasarannya, Yogyakarta: Kanisius, 1990
Ir.Yusuh Bachtiar, Mencagah Maskoki Mudah Mati, Jakarta: Agromedia Pustaka, 2005
http://budidayanews.blogspot.com/2011/02/jenis-jenis-ikan-mas-koki.html
http://maskoki.comze.com/jenis.html





    Saturday, October 6, 2012

    Ikan Mas Koki

    Ikan MasKoki (Carassius auratus) adalah jenis ikan hias air tawar yang hidup di perairan dangkal yang airnya mengalir tenang dan berudara sejuk. Ikan ini banyak digemari karena keindahan warna, gerak gerik dan keindahan tubuhnya yang unik. Menurut sebagian orang, memelihara maskoki bisa membantu menghilangkan stress dan menentramkan hati. Tak mengherankan jika cukup banyak yang memanfaatkan maskoki sebagai ikan hias yang dipelihara di akuarium atau di kolam pekarangan. Ikan maskoki cukup populer dikalangan hobiis dan pecinta hias. Ikan ini juga paling banyak dikenal dan dipelihara. Maskoki tergolong mudah dipelihara karena sifatnya cukup adaptif terhadap lingkungan yang baru. Tak mengherankan jika maskoki dengan berbagai varietasnya banyak tersebar hampir di seluruh dunia. Saat ini varietas maskoki yang dikenal berjumlah sekitar 130 strain.

    Maskoki pertama kali dibudidayakan oleh masyarakat Cina antara tahun 960 - 1279 dengan nama latin Carassius auratus. Pada masa itu bentuk maskoki tidak berbeda dengan ikan Mas (Cyprinus carpio) yang banyak diternakan oleh petani ikan Indonesia. Perbedaanya, maskoki tidak memiliki sungut di mulutnya. 

    popularitas maskoki mulai menanjak pada masa pemerintahan Dinasti Ming (tahun 1368 - 1644), karena sejak saat itu mulai bermunculan maskoki dengan bentuk tubuh yang bervariasi dan unik.

    Perkembangan maskoki kemudian merambah ke negeri jepang. Di Negeri matahari terbit ini maskoki terus mengalami perkembangan pesat hingga dihasilkan jenis-jenis baru dengan bentuk yang lebih variatif seperti saat ini. Maskoki jenis baru ini merupakan hasil persilangan yang dilakukan. Ikan yang dihasilkan antara lain berbentuk bulat, pendek, benjol-benjol, bersirip panjang, dan pada jenis tertentu ekornya menjuntai mirip selendang. 

    Dari negeri sakura, maskoki mulai menyebar ke seluruh dunia, termasuk indonesia. Di Inggris maskoki disebut gold fish karena warna kuning siripnya ada yang mirip emas. Sementara itu, di Belanda maskoki disebut dengan goudvis.

    konsumenikan.wordpress.com
    Klasifikasi Ilmiah

    Kelas : Actinopterygii
    Ordo : Cypriniformes
    Subordo : Cyprinoidea
    Famili : Cyprinidae
    Genus : Carassius
    Spesies : Carassius auratus

    Maskoki memiliki bentuk tubuh bulat dan pendek, mata lebar dan besar, bersirip, di sisi tubuhnya terdapat gurat sisi, dan mempunyai lembaran insang sebagai alat pernapasannya. Bentuk lubang hidung maskoki sederhana. Di bagian hidung maskoki terdapat tunas pembau yang tidak berhubungan dengan organ pernapasan. Telinga maskoki tidak tampak dari luar. Fungsi telinga tersebut hanya untuk merasakan getaran di dalam air. Pada beberapa jenis maskoki, bagian kepala dan pipinya tampak ditumbuhi tumpukan daging tebal, sehingga jika dilihat sepintas bentuknya mirip kepala singa.

    Mata ikan maskoki umumnya berukuran besar, kelopak matanya kecil, dan tidak bisa membuka dan menutup. Lensa mata tidak dapat berkontraksi luas sehingga jarak pandangnya terbatas. Dengan demikian, mata maskoki hanya bisa melihat jelas dari jarak dekat. Kondisi tersebut menyebabkan maskoki hanya mengandalkan indera penciuman dalam mencari makanan. Bentuk mata untuk setiap jenis maskoki berbeda-beda. Bentuk mata ini dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk mengidentifikasi maskoki.

    Maskoki memiliki sisik yang berderet rapi, mengilap, dan menutupi tubuh seperti genteng rumah. Warnanya cukup menarik variatif. Umumnya, sisik maskoki berwarna metalik, merah, kekuning-kuningan, kuning, hijau, hitam atau warna tersebut. Warna sisik ini ditentukan oleh banyak sedikitnya pigmen quanin yang terkandung di dalam sisik maskoki. Pembentukan quanin dipengaruhi oleh faktor genetis, lingkungan hidup, jenis makanan, dan kebersihan lingkungan.

    Maskoki termasuk jenis ikan yang mudah menyesuaikan diri (adaptif) terhadap lingkungannya yang baru. Ikan ini hidup pada kisaran suhu air 18-32 derajat celcius. Namun suhu air idealnya adalah 22-26 derajat celcius. 

    Ikan ini tergolong jenis ikan omnivora, yakni makan berbagai jenis makanan. Karena itu,  maskoki dikenal dengan ikan hias yang rakus. Maskoki juga tidak menyerang sesamanya, tetapi kurang menyayangi anaknya. Biasanya, setelah bertelur induk maskoki tidak mau mengasuh anak-anaknya. Bahkan, jika sedang lapar, induk maskoki akan memangsa anak-anaknya sediri.

    Maskoki Picture 

    maudahansori.wordpress.com
    yonaskoi.wordpress.com
    kuliah-ikan.blogspot.com
    ragampanduan.blogspot.com
    indonetwork.co.id



    Referensi :
    Ir. Evi Liviawaty dan Ir. Eddy Afrianto, Maskoki, Budidaya dan Pemasarannya, Yogyakarta: Kanisius, 1990
    Ir.Yusuh Bachtiar, Mencagah Maskoki Mudah Mati, Jakarta: Agromedia Pustaka, 2005
    http://maskoki.comze.com/
    http://bebenkoki.blogspot.com/


    Next Read : Jenis jenis ikan maskoki



      Saturday, September 29, 2012

      Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata)

      Ikan Betutu merupakan salah satu jenis ikan air tawar. Bila pernah melihat ikan ini, hampir dapat dipastikan tak akan terlupa. Ikan ini memang memiliki penampilan sangat khas sehingga mudah diingat. Dengan ketahanannya berjam-jam tanpa bergeser dari tempatnya. Betutu memiliki nama lokal yang sangat beragam, yaitu bloso, ikan malas, bodoh (Jawa); bakut, betutuk, belutu, ikan hantu (kalimantan); bakut, beluru, bakutut (Sumatera); ikan hantu, batutu, ubi, ketutu, belantok (Malaysia); pla bu sai (Thailand); ca bong tuong (Vietnam); marbled goby, sand goby (nama internasional); soon hock (Cina). Nama yang paling populer adalah betutu, sekaligus digunakan sebagai nama resmi dalam dunia perikanan, bahkan sudah menjadi nama kormesialnya.

      Klasifikasi ilmiah:

      Kingdom : Animalia
      Filum : Chordata
      Superkelas : Pisces
      Ordo : Perciformes
      Subordo : Gobiodea
      Genus : Oxyleotris
      Spesies : Oxyeleotris marmorata (Bleeker)

      Sepintas dilihat, tampang ikan betutu cukup menyeramkan. Bentuk mukanya cekug dengan ujung kepala picak (gepeng). matanya yang besar menonjol ke luar dan dapat digerak-gerakan. mulut lebar, tebal, dengan gigi-gigi kecil dan tajam. ini yang membuat ikan betutu disebut ikan hantu.

      zonaikankita.blogspot.com
      Dr. F. Koumans, ahli identifikasi ikan berkebangsaan Balanda, Menjabarkan ciri-ciri betutu yaitu tubuhnya memanjang bagian depan silindris dan bagian belakang pipih; panjang total 5-6 kali dari tinggi badan; kepala gepeng, panjangnya 1/4-1/3 dari panjang total, moncong meruncing, rahang bawah lebih kedepan dari pada rahang atas, gigi terdiri dari bebrapa deret, pada deret terluar ukurannya lebih besar, beberapa gigi menyerupai taring (tidak memiliki taring yang jelas). Sisiknya kecil-kecil dan teratur rapi. Sebagian besar tubuhnya diselimuti sisik ctenoid, sedangkan bagian kepala, tengkuk dan dada ditutupi sisik cycloid. Sisik kepala terdapat di atas moncong, pipi, dan tutup insang. Ukuran sisik pada tutup insang sedikit lebih besar dibandingkan sisik pada bagian lainnya.

      Tubuh betutu berwarna kecokelatan sampai gelap dengan bercak-bercak hitam menyebar. Bagian atas tubuh lebih gelap, sementara bagian bawahnya terang. Pada bagian bawah terdapat tanda berwarna merah muda. Tubuh bagian belakang ditandai oleh tiga garis melintang tak beraturan berwarna merah. Pola warna ini sering digunakan untuk membedakan jenis kelamin. Tubuh ikan betina umumnya lebih gelap dari pada yang jantan.

      Sejauh yang pernah ditemukan, betutu dapat mencapai panjang total 70 cm dengan berat 5 kg. Namun, ikan ini sudah mulai dewasa atau dapat mencapai matang gonad pada ukuran 200 g, sementara ukuran konsumsi biasanya antara 300-1.000 g/ekor.

      Habitat betutu tersebar luas, meliputi perairan-perairan tawar di daerah beriklim tropis atau subtropis. Betutu menyenangi tempat yang arusnya tenang dan agak berlumpur seperti rawa, danau, atau muara sungai. ikan ini gemar sekali membenamkan dirinya di dalam lumpur. Tempat-tempat yang banyak tumbuhan airnya juga disukai sebagai tempat berlindung dan sekaligus tempat melangsungkan pemijahan. 


      Betutu tersebar di wilayah Asia tenggara seperti Thailand, Kamboja, Vietnam, Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, hingga kepulauan Fiji dan Pasifik. Di Indonesia, Penyebaran betutu meliputi beberapa daerah berikut:

      Sumatera : Palembang, Muara Kompeh, Gunung Sahilan, Jambi, Danau Kota, Sungai Si Russu, Enggano (Bua-Bua), Riau, dan Lampung.
      Kalimantan : Banjarmasin, Sintang, Montrado, Batu Pangal, Smitau, Danau Baram, Danau Jempang, Pontianak, Sungai Kapuas, Sungai Barito, Sungai Mahakam, Serawak, Kinabatngan, Lahad Datu, dan Tenom.
      Jawa : Sungai-sungai yang bermmuara ke laut Jawa, misalnya Cisadane, Citarum (Waduk Saguling dan Cirata).

      Di Jawa Barat, pada awalnya betutu belum dikenal oleh penduduk di sekitar Waduk Seguling. Ikan ini mulai tertangkap di perairan tersebut pada awal tahun 1987. Penyebaranya diduga berasal dari para petani yang berusaha memeliharanya dalam keramba di aliran sungai citarum. Akibat seringnya banjir yang melanda sungai ini dengan mudah menyebar dan berkembang biak di seluruh perairan Waduk Seguling. 

      Betutu hidup baik di perairan tawar. Biasanya pada tempat-tempat berarus tenang, berlumpur, pada kedalaman kira-kira 40 cm. Ikan ini hidup didasar perairan, hanya sekali-sekali saja timbul ke permukaan. Tempat agak gelap, terlindung di balik mengintip mangsa. Jika hari menjelang malam betutu sering menyembulkan moncongnya di atas permukaan air, di sekitar tempat persembunyiannya.

      Sifat yang paling menonjol dari ikan ini adalah pemalas. Tabiatnya memang malas bergerak. Saking malasnya, bisa berjam-jam betutu hanya diam di tempatnya, tanpa bergeser sedikitpun. Jika ada yang menyentuh tubuhnya atau ada mangsa didekatnya, barulah betutu akan bergerak cepat kemudian berhenti dengan tiba-tiba. 

      Dengan tabiat seperti itu, untuk mencari makan pun betutu merasa enggan. ia hanya menunggu dan manakala perutnya merasa lapar, barulah betutu akan menyambar ikan-ikan kecil yang melintas di depannya. Setelah kenyang, ia kembali diam lagi. Ikan yang bertampang mirip gabus ini ternyata tidak sekedar diam di tempat, tetapi juga tidur. Oleh karenanya, cukup beralasan bila disebut juga sebagai sleeper gorby, (si tukang tidur).

      enclaveconservation.com
      Betutu tampak lebih agresif di malam hari. Ikan ini akan terlihat mengintip mangsa jika malam telah menjelang. Demikian pula dalam hal berkembang biak. 

      Betutu merupakan pemangsa yang sangat rakus. Ikan ini dapat memakan mangsa seberat bobot tubuhnya setiap hari. Meskipun demikian, sesuai tabiatnya yang malas, ikan ini hanya melulu menunggu mangsa lewat di dekatnya. Untuk itu dia memakai jurus diam seperti benda mati hingga datang kesempatan menyambar mangsanya.

      Jenis makanan yang disantapnya berubah dengan bertambahnya umur. Ikan dewasa biasanya memangsa ikan lain, undang-udangan (crustacea), dan serangga air (insekta). Sementara juvenilnya yang masih muda memakan kutu air (Dapnia, Cladocera, Copepoda), jenti-jentik serangga, dan rotifera. Pada stadia larva, betutu juga memakan plankton nabati (ganggang) dan plankton hewani berukuran renik.

      Ikan Betutu dikenal sebagai ikan yang suka kawin. Pemijahannya tidak mengenal musim dan dapat berlangsung sepanjang tahun, tiga sampai empat kali dalam setahun. kemampuan memijah biasanya meningkat pada saat musim hujan. Periode pemijahan relatif pendek, mungkin karena ukuran telur-telur yang ada di dalam gonadnya hampir seragam. Ikan ini memilih waktu malam hari sebagai saat yang tepat untuk melangsungkan perkawinan. Namun, di siang hari pun mereka kadang-kadang tak segan-segan memijah.

      Dalam perkawinannya, induk betina akan melekatkan telur telurnya pada substrat yang ada. Bersamaan dengan itu, sang jantan akan terus mendampinginya sambil melepaskan spermanya untuk membuahi telur tersebut. Peristiwa pembuahanya terjadi di dalam air (di luar tubuh). Telur yang telah dibuahi berkembang menjadi embrio dan akan menetas kira-kira 2-3 hari kemudian. Dalam sekali pemijahan, induk betina sanggup melepaskan telur hingga 40.000 butir.


      Referansi :
      http://id.wikipedia.org/wiki/Betutu
      Ujang Komarudin A. K., "Betutu", Jakarta, Penebar Swadaya, 2000  


      peluang usaha

      Wednesday, September 19, 2012

      Ikan Arwana Genus Osteoglossum & Clupisudis


      Ikan Arwana tersebar luas dari kawasan Asia (Asia Tenggara), Australia, Afrika (Mesir, Nigeria, Afrika Barat), hingga Amerika (Amerika Utara, Brasil, Kolumbia, dan Sungai Amazon). Arwana dengan genus Sclerophages banyak tersebar di Asia dan Australia, sedangkan arwana dari genus Osteoglossum banyak tersebar di Amerika, dari Brazil hingga negara-negara di Amerika Utara. Pada arwana dengan genus Clupisudis banyak dijumpai di sungai nil.

      Genus Osteoglossum 

      Osteoglossum bicirrhosum (Arwana Silver)

      Arwana denga spesies Osteoglossum bicirrhosum banyak ditemukan di Sungai Amazon, Amerika Selatan. Kendatipun demikian, negara asal arwana ini adalah brazil. Karenanya arwana ini lebih dikenal dengan nama arwana brasil. Warna tubuh arwana brasil yang keperak-perakan akan tampak lebih indah memesona saat diterpa cahaya matahari atau lampu akuaium. Bentuk tubuhnya yang pipih, memanjang, dan tidak terlalu lebar menyebabkan arwana ini menyerupai naga. kareananya, arwana ini juga dijuluki arwana naga perak.

      Sumber : aqua-fish.net
      Sumber : seriouslyfish.com
      Warna dan bentuk tubuh arwana silver akan berubah seiring dengan pertambahan usia. Saat masih kecil warna sisik tubuhnya terlihat kebiru-biruan dengan bentuk tubuh meruncing kebelakang. Begitu dewasa warnanya berubah menjadi perak kehijauan dan merata di sekujur tubuh. Demikian juga dengan bentuk tubuh terlihat lebih ideal dan proposional. Warna sirip punggung, sirip bawah, dan sirip ekor arwana silver merupakan kombinasi dua warna, yakni merah muda dan hijau toska. Pada tahun 2003, harga satu ekor arwana silver berukuran 15-20 cm sekitar 100-150 ribu.


      Jam Tangan Unik Slapia 

      Osteoglossum ferreira (Black Brazil/Black Arwana)

      Sesuai dengan namanya, arwana black brazil juga berasal dari brazil. penampilan fisik arana ini serupa dengan arwana silver. Perbedaanya hanya pada warna sisiknya. Sebenarnya julukan Black (hitam) yang disandangnya ternyata tidak selaras dengan warna sisiknya. Warna hitamnya lebih dominan saat arwana ini masih kecil hingga menjelang remaja. Setelah dewasa warna sisik arwana black brazil berubah menjadi perak kekuningan. Kemudian, warna hitam ini akan menghilang dengan sendirinya. Sisa-sisa warna hitam hanya akan tampak transparan di bagian perut dan sirip.

      Sumber : aquariaveldhuis.nl
      Sumber : forums.waterwolves.com
      Ciri lain arwana black brasil yaitu pada sirip punggung dan sirip perutnya tampak menyatu dengan sirip ekor. Sirip-sirip ini berwarna biru muda hingga biri tua dan di bagian tepinya berwarna merah. Sisik tubuh arwana black brazil memancarkan kilauan sinar putih perak semburat biru. Karena itu, arwana hitam sesungguhnya lebih tepat disebut dengan arwana biru karena tubuhnya disominasi semburat biru. Arwana black brazil ini menurut para hobiis lebih indah dibandingkan dengan arwana silver dan harganya pun lebih mahal. Awal tahun 2003, seekor arwana black brazil ukuran 12-15 cm harganya Rp250-350 ribu.

      Genus Clupisudis

      Clupisudis niloticus atau Herotus nilotic (Nile Arowana)

      Arwana Clupisudis niloticus atau Herotus nilotic dikenal juga denga sebutan africian bonytongued. Arwana ini banyak dijuampai di Sungai Nil, sehingg sering disebut dengan arwan nil (nile arwana). Arwana nil ini memiliki bentuk tubuh gepeng dan mulut kecil. Warna sisik tubuhnya akan berubah seiring denga bertambahnya usia. saat kecil warna sisik tubuh arwana ini kuning kemrahan dengan kombinasi kehitam-hitaman dan setelah dewasa berubah menjadi cokelat susu.
      Sumber : bloggang.com
      Sumber : global.rakuten.com
      Di habitat aslinya, panjang tubuh arwana ini bisa mencapai 90 cm. Sementara, jika dipelihara di akuarium ukuran tubuhnya hanya 40-50 cm. Uniknya arwana ini tidak mengerami telur di dalam mulutnya, tetapi membangun sarang busa di dasar sungai untuk menyimpan telur hingga menetas. 



      Referensi :
      http://en.wikipedia.org/wiki/Silver_arowana / Terjemahan Meitri Setiyo
      http://en.wikipedia.org/wiki/Black_arowana / Terjemahan Meitri Setiyo
      Emilia, SP, "Arwana si Ikan Naga", Jakarta, AgroMedia Pustaka, 2002
      Apin, "memilih Anakan & Meningkatkan Kualitas Arwana", Jakarta : AgroMedia Pustaka, 2004

      Tuesday, September 18, 2012

      Ikan Arwana Genus Sclerophages

      Jenis ikan arwana cukup banyak. Keberadaannya tersebar di berbagai wilayah. Ikan ini memiliki keindahan yang khas sesuai dengan tempat asalnya. Beberapa daerah asal arwana ini antara lain Amerika Selatan, Australia, Afrika, Brazil, Filipina, Malaysia, dan Papua nugini. meskipun demikian, keindahan arwana asli Indonesia cukup  di antara arwana dari beberapa negara-negara tersebut, sehingga tidak heran permintaan arwana dari berbagai negara setiap tahunnya cukup tinggi. Beberapa negara tersebut adalah Jepang, Hong kong, Singapura, Malaysia, Cina, Amerika Serikat, dan Taiwan. Negara-negara ini hingga kini masih meminta pasokan arwana dari Indonesia secara kontinu.
      Ikan arwana di kelompokan dengan jenis-jenisnya dari berbagai versi dengan dasar yang berbeda-beda. Ada yang mengelopokannya berdasarkan genus dan spesies, berdasarkan warna sisik, dan ada pula berdasarkan daerah penyebarannya. Seperti umumnya ikan hias, pengelompokan ini sebenarnya hanya bersifat untuk memudahkan. dengan cara demikian akan lebih mudah untuk mengidentifikasinya. Satu hal yang penting di ingat, jenis-jenis arwana ini yang pasti jumlahnya akan terus bertambah. Hal ini tentunya seiring dengan ditemukannya arwana-arwana jenis baru, baik dari hasil penangkapan maupun perkawinan silang (crossing) antar jenis hasil penangkaran. 

      Simak paparan berikut untuk mengenal lebih dekat perbedaan genus dan spesies, serta daerah penyebaran arwana.

      Genus Sclerophages

      - Sclerophages formosus

      Arwana Super Red


      Sumber : budidayanews.blogspot.com
      Arwana super red merupakan jenis arwana yang hampir punah, Oleh para hobiis arwana ini di anggap primadona karena kualitas warna sisik dan penampilannya tampak lebih sempurna dibandingkan dengan strain lain.

      Arwana ini memiliki sisik berwarana merah menyala dan memancarkan kilau kekunigan. Di beberapa negara, seperti RRC, Jepang, arwana super red dianggap sebagai lambang keperkasaan karena warna sisiknya yang merah menyala layaknya mirah delima. Karena itu, permintaan RRC, Jepang, dan beberapa negara lain terhadap arwana jenis ini cukup tinggi, sehingga harga jualnya pun melonjak. Jika dibandingkan dengan jenis lain, arwana super red merupakan arwana paling mahal. 

      Ciri arwana super red pada bagian antara kepala dan punggungnya terdapat batas sisik menyerupai ring. Batas sisik ini kadang-kadang bisa merata keseluruh tubuh. Di bagian tepi sirip-sirip terdapat warna merah terang. Warna merah ini menonjol dibagian ujung ekor. Lingkaran sisiknya berwarna merah kekuningan hingga merah terang. Bibirnya tampak seperti berginc. Kornea mata arwana super red berwarna hitam lembut dan dikelilingi warna kuning kecoklatan yang tampak merata. Arwana super red banyak menghuni sungai dan danau yang tenang dan tidak berbatu di Kalimantan.

      Sumber : cargobalikpapan.net
      Di habitat aslinya, Arwana super red mendiami perairan di wilayah hutan gambut. kondisi ini menciptakan lingkungan yang khas bagi ikan purba tersebut. kondisi meneral, lingkungan air gambut (black water), dan cadangan pakan yang tersedia di wilayah hutan gambut, memberi pengaruh positif terhadap evolusi warna super red. Warna merah arwana uper red lebih menyala dan lebih pekat dibandingkan dengan arwana super red hasil penangkaran. Pengaruh geografis ini juga menyebabkan variasi yang berbeda pada bentuk morfologi ikan ini, seperti badan yang lebih lebar dan kepala yang berbentuk sendok.

      Indonesia adalah gudang arwana jenis ini, terutama di sungai-sungai dan danau-danau di Kalimantan. Sungai atau danau yang berarus tenang dan berbatu adalah habitat favoritnya.
      Di kalimantan Barat arwana super red banyak dijumpai di Kabupaten Sintang, yakni disepanjang Sungai Ketungau, dan Nanga Ketungau hingga wilayah Senaning. tak hanya itu, sungai-sungai di Kapuas Hulu, seperti Sungai Tawang, Sungai Puyam, dan Sungai Seriang juga menjadi tempat berkembangbiaknya ikan yang oleh penduduk setempat disebut siluk ini. Selain di sungai, ikan siluk juga banyak menghuni danau-danau di Kalimantan Barat, seperti Danau Aji, Danau Saih, Danau Maid dan danau Siluk.

      Arwana Golden Red

      Sumber : riaupos-forus.blogspot.com
      Arwana golden red memiliki warna sisik kuning keemasan. Warna kuning keemasan ini tampak lebih menonjol pada bagian kepala. Batas sisiknya (ring) berwarna kehitaman. Tepi sirip-siripnya berwarna kemerahan, tetapi tidak seterang arwana super red dan bibirnya tidak merah bergincu seperti supwe red. Karena itulah arwana ini medapat julukan golden red. Bagi hobiis arwana, jenis golden red juga menjadi incaran. Namun masih kalah pamor dibandingkan dengan super red. Perairan air tawar Riau, Jambi dan Medan adalah habitat asli ikan ini.


      Jam Tangan Unik Slapia 


      Arwana Malayan Bonytongue (Malayan Gold)

      Sumber : showyourfishes.com
      Arwana golden red tidak hanya terdapat di Indonesia, tetapi juga di Malaysia, seperti Perak, Trenggani, Danau Bukit Merah, dan johor. Karena itu arwana ini sering diberi julukan sesuai dengan tempat asalnya seperti golden pahang, bukit merah blue, taiping golden, dan malaysian gold. 

      Sebagai jenis Sclerophages, arwana malaysian gold memiliki kemiripan fisik dengan arwana golden red. ada ciri khusus yang membedakan keduanya. Sisik di punggung arwana golden red asal Indonesia tanpa ring, sedangkan golden red malaysia semua sisiknya memiliki ring.

      Arwana golden red Malaysia ada dua jenis, yakni yang berwarna dasar sisik kuning denga ring ungu dan yang berwarna dasar sisik ungu dengan ring kuning. Di kalangan hobiis, arwana golden red menempati urutan kedua setelah sang primadina, arwana super red.

      Arwana Hijau (Green Arowana)

      Sumber : tokoarwana.com
      Disebut arwana hijau karena sisiknya arwana ini berwarna hijau. Namun saat masih kecil, warna hijau ini hanya tampak sedikit sekali, yakni pada bagian ekornya dan tertutup warna kemerahan. Setelah dewasa, warna hijau akan semakin jelas karena semakin bertambah usia semakin hijau warna sisik arwana ini. Arwana hijau berasal dari daratan Amerika Selatan dan sudah lama merambah perairan Thailand, Malaysia,, dan Indonesia. Di Indonesia, arwana hijau ini banyak ditemukan di perairan Kalimantan, yakni seperti Sungai Kapuas, Sungai Melawi, dan Sungai Mensiku.

      - Sclerophages jardini atau Arwana irian (Jardini/Northern Spotted Barramundi)

      Sumber : zafact.blogspot.com
      Arwana ini ditemukan di bagian utara Sungai Queensland, bagian selatan Sungai Jardine, dan Sungai Adelaide, Australia. Arwana ini lebih dikenal dengan nama arwana jardini. Arwana jardini juga ditemukan di Teluk Carpentaria hingga bagian selatan Pulau Papua (Irian Jaya). Karenanya, di Indonesia, arwana ini dikenal dengan nama Arwana irian.

      Ciri fisik yang menonjol dari arwana ini adalah adanya bintik (spotted) merah yang menghias ekor dan siripnya yang berwarna cokelat kehijau-hijaun. Bintik-bintik merah ini juga tampak menghias seluruh tubuhnya. bagian perutnya berwarna keperakan dan tubuh bagian belakang berwarna kemerahan. Seperti pada arwana asli Indonesia, ikan ini juga memiliki sungut di ujung dagunya. 

      Arwana Irian termasuk salah satu yang paling dibanyak diburu oleh para kolektor. Ikan perenang ulung ini menyukai air tawar yang jernih dan segar. Sekali bertelur, arwana irian dapat menghasilkan 60-100 butir telur berukuran besar-besar. 

      -  Sclerophages leichardti (Spotted Baramundi/Dawson River Salmon)


      Sumber : http://www.daff.qld.gov.au/28_14701.htm
      Arwana ini berasal dari sungai-sungai di Australia, seperti Sungai Mary, Sungai Dawson, Sungai Burnett, dan Sungai Fitzory. Arwana ini juga di temukan di tempat yang sama dengan arwana jardini.

      Ciri tubuh arwana ini berwarna perak kehijau-hijauan dihiasi bintik oranye, sehingga tanpak menyerupai kain batik. Arwana ini tergolong istimewa karena daya tahan tubuhnya yang tahan terhadap suhu panas yang mencapai 40 derajat C.  Namun kisaran suhu idealnya yaitu 26-27 derajat C. 


      Referensi :
      http://en.wikipedia.org/wiki/Scleropages
      Emilia, SP, "Arwana si Ikan Naga", Jakarta, AgroMedia Pustaka, 2002
      Apin, "memilih Anakan & Meningkatkan Kualitas Arwana", Jakarta : AgroMedia Pustaka, 2004