Showing posts with label Ikan pancingan. Show all posts
Showing posts with label Ikan pancingan. Show all posts

Wednesday, November 21, 2012

Ikan Baung (Hemibagrus nemurus)

Ikan Baung merupakan jenis ikan air tawar termasuk kedalam marga Hemibagrus, suku Bagridae. Ikan ini masih sekerabat dengan ikan lele (bangsa siluriformes) yang sekilas mirip dengan adanya sungut dan patil di mulutnya. Di Indonesia, ikan ini dikenal dengan banyak nama menurut daerahnya seperti ikan duri, baong, baon (melayu), bawon (Betawi), senggal atau singgah (Sunda), tagih atau tageh (Jawa), niken, siken, tiken atau tiken bato (Kal-Teng), dll.

Dalam taksonomi (Sistem penamaan), Ikan baung mengalami beberapa pergantian nama ilmiah. Nama ilmiah yang pertama kali disandangnya adalah Macrones nemurus (Weber & de Beaufort 1916), lalu berubah menjadi Mystus nemurus (Roberts, 1989; kottelat. et. al, 1993). Setelah itu berubah lagi menjadi Hemibagrus nemurus (Kottelat & Whitten, 1996; Rahmatika. et. al, 2005). Nama yang terakhir inilah yang dinyatakan valid untuk ikan baung.

Nama-nama ikan baung sebelumnya seperti macrones nemurus dan mystus nemurus sudah tidak digunakan lagi, hanya dinyatakan sebagai nama sinonim.

Klasifikasi Ilmiah

Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Subkelas : Toleostei
Ordo : Siluriformes
 Famili : Bagridae
Genus : Hemibagrus
Species : Hemibagrus nemurus.

Sumber : animhosnan.blogspot.com
Marga Hemibagrus pada mulanya dianggap satu dengan marga Mystus (ikan-ikan keting atau lundu), atau yang sebelunya dikenal sebagai Macrones. Marga ini dipisahkan, salah satunya ialah karena anggotanya yang dewasa pada umumnya memiliki tubuh yang besar. sejenis baung dari indocina bagian tengah, Hemibagrus wyckioides, diketahui jenis baung terbesar yang dapat mencapai bobot tubuh 80 kg. 

Ikan baung agak mirip dengan ikan lele, memiliki kepala yang memipih agak mendatar dengan bagian tulang tengkorak yang kasar  di atas kepala tak tertutupi kulit, dan sirip lemak yang berukuran sedang berada dibelakang sirip punggung (dorsal). Baung bertubuh licin tanpa sisik di tubuhnya dan serupa dengan lundu dan patin. Baung memiliki tiga sirip yang berbisa atau disebut dengan patil, yakni pada sepasang sirip dadanya, dan sebuah lagi berada di awal sirip punggung.


Baung adalah ikan air tawar yang dapat hidup dari perairan di muara sungai sampai kebagian hulu. Bahkan di sungai musi (Sumatera Selatan), baung ditemukan sampai kemuara sungai di daerah pasang surut yang berair sedikit payau. Selain itu ikan ini juga banyak ditemui ditempat-tempat yang letaknya di daerah banjir. Ikan Baung berhasil hidup dikolam yang dasarnya pasir dan batuan. Di Jawa Barat, Baung banyak ditemukan di Sungai Cidurian dan Jasinga Bogor yang airnya cukup dangkal (45 cm) dengan kecerahan 100%. Secara umum, baung dinyatakan sebagai ikan yang hidup di perairan umum seperti sungai, rawa, situ, danau dan waduk.

Ikan Baung suka bergerombol didasar perairan dan membuat sarang berupa lubang di dasar perairan yang lunak dengan aliran air yang tenang. Ikan baung menyukai tempat-tempat yang tersembunyi dan tidak aktif keluar sarang seblum petang. Setelah hari gelap, ikan baung akan keluar dengan cepat untuk mencari mangsa, tetapi tetap berada disekitar sarang dan segera akan masuk kesarang apabia ada gangguan. Distribusi geografis ikan baung, selain di perairan Indonesia, ikan baung juga terdapat di Hindia Timur, Malaya, Indocina dan Thailand.
Sumber : shw.undervvip.fotopages.com
Nokturnal (aktif malam hari) juga merupakan sifat ikan baung. Ikan ini beraktivitas (mencari makan, dll) lebih banyak dilakukan pada malam hari. Selain itu, baung juga memiliki sifat suka bersembunyi di dalam liang-liang di tepi sungai tempat habitat hidupnya. Di alam, ikan baung temasuk pemakan segala (omnivora). Nmaun ada juga yang menggolongkannya ikan carnivora, karena lebih dominan memakan hewan-hewan kecil sepeti ikan-ikan kecil, udang, udang kecil, remis, insekta, mollusca dll.

Pola pertumbuhan ikan baung adalah allometrik (b>3), yaitu pertambahan berat lebih cepat dari pertambahan panjang badan. Sedangkan berdasarkan jenis kelamin, ikan baung jantan berpola isometrik (b=3), di mana pertambahan berat sebanding dengan pertambahan panjang badan.

Ukuran ikan baung berhubungan dengan agresivitasnya dalam mencari makan dan kematangan gonad. Karena harga b di atas 3, maka pertumbuhan ikan baung lebih cepat dari pada panjang badan. Dengan demikian, faktor makanan memegang peranan yang sangat penting. Jika ikan baung semakin banyak mendapat makanan, pertumbuhan beratnya semakin tinggi. Karena itu ikan baung berukuran besar cenderung lebih agresif mencari makan sehingga pertumbuhannya berpola allometrik.



Faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan ikan baung adalah kematangan gonad. Ikan baung betina memiliki pola pertumbuhan allometrik. Hampir 77% ikan baung betina mengandung telur, sehingga berat telur tersebut mempengaruhi pertumbuhannya. Hal ini juga menyebabkan pola pertumbuhan ikan baung (jantan dan betina) berpola allometrik. Pada waktu musim memijah, pola pertumbuhan ikan baung betina bisa berbeda dengan ikan baung jantan.

Jenis kelamin ikan baung dapat di ketahui dengan dua cara, yaitu dengan dengan membelah perut dan memeriksa gonadnya dan dengan mengamati ciri-ciri morfologis. Gonad ikan baung betina dan ikan baung jantan terletak di rongga perut bagian dorsal intestin. Gonad ikan baung dapat diperiksa setelah ikan baung tersebut berukuran 90 g atau kira-kira panjangnya 20 cm. Ikan baung yang lebih kecil dari ukuran tersebut dapat di bedakan dengan mengamati lobang genital (genital pore).

Pada ikan baung jantan, lobang genital agak memanjang dan terdapat bagian yang meruncing kearah caudal. Alat ini merupakan alat bantu untuk mentransfer sperma. Sedangkan Ikan baung betina, lobang genitalnya berbentuk bulat. Lobang genital ini akan berwana kemrah-merahan apabila ikan baung betina tersebut sudah mengandung telur pada Tingkat Kematangan Gonad (TKG) V. Kromosom berjumlah 23 pasang yang terdiri atas 2 pasang kromosom metasentrik, 6 pasang kromosom akrosentrik, dan 15 pasang kromosom telosentrik.

Sumber : iftfishingforum.com
Salah satu jenisnya, yakni ikan baung putih (Hemibagrus nemurus) telah berhasil dikembangkan pembenihannya dan dibudidayakan di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Suka Bumi semenjak tahun 1998.

Di Asia Tenggara, baung merupakan ikan konsumsi yang penting. Tekstur dagingnya yang lembut, tebal berwara putih tanpa duri halus, sehingga membuat ikan ini banyak di gemari masyarakat. Berbagai masakan ikan baung yang terkenal enak di antaranya adalah Pindang baung dari Sumatera Selatan, dan baung asam padeh dari Riau, serta ikan baung panggang dari Kalimantan. Selain itu, ikan baung juga biasa di jadikan ikan asap.

Baung Picture

Asam Padeh Ikan Baung / Sumber : kulinerkita.multiply.com
Gulai Ikan Baung / Sumber : yukigazkins.blogspot.com
Pindang Baung / Sumber : wisata.kompasiana.com



Referensi :
Khairul Amri, S.Pi, M.Si dan Khairuman, S.P, Agromedia Pustaka, 2008
http://id.wikipedia.org/wiki/Baung
http://www.iftfishing.com/fishing-guide/fishypedia/ikan-baung
http://hobiikan.blogspot.com/2009/07/klasifikasi-ikan-baung.html
http://pemancing.com/ikan-baung

Tuesday, September 4, 2012

Ikan Toman Channa micropeltes

Ikan Toman merupakan jenis ikan buas dari suku ikan gabus (Channidae). Ikan ini memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan ikan gabus. Toman dapat tumbuh besar mencapai panjang yang lebih dari satu meter dan menjadi spesies yang terbesar dalam sukunya.
Ikan toman dalam bahasa inggris dikenal red snakehead, redline snakehead merujuk pada warna tubuh ketika muda, atau malabar snakehead dan disebut pula giant snakehead pada toman yang berukuran besar. Nama snakehead mengacu pada bentuk kepalanya yang mirip dengan bentuk kepala ular. Dalam bahasa ilmiah ikan ini dikenal dengan nama Channa micropeltes. 


Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Actinopterygii
Ordo:
Perciformes
Familia:
Channidae
Genus:
Channa
Spesies:
C. micropeltes
Ikan toman memiliki kepala dan mulut yang besar serta bentuk gigi yang runcing dan tajam. bentuk tubuh ikan ini bulat dan panjang seperti torpedo dengan ekor membulat.

Ikan dewasa berwarna hitam kebiruan dan pada bagian perut berwana putih atau keputihan, sedangkan pada ikan toman muda terdapat garis berwarna orange mulai dari moncong hingga ke sirip ekor bagian atas dan bawahnya dibatasi oleh garis berwarna hitam yang kemudian terputus menjadi bintik-bintik yang tidak beraturan 

Toman dewasa/ sumber : http://siakapputih.blogspot.com
Toman muda/ sumber :http://habitatnews.nus.edu.sg
Toman ukuran 2 cm/ sumber : http://ms.wikipedia.org

Toman tergolong kepada ikan buas, yakni predator yang memangsa aneka jenis ikan lainnya, serta hewan-hewan lain seperti serangga dan kodok yang berada di lingkungannya.


Ikan ini memiliki kebiasaan ‘mengasuh’ anak-anaknya. Induk ikan seringkali didapati berenang di sekitar kelompok anak-anak toman yang masih kecil-kecil. Dilaporkan pula bahwa induk semacam ini juga tidak segan-segan menyerang orang yang berenang terlalu dekat, yang dikhawatirkan akan mengganggu anak-anaknya. 

Perilaku suka menyerang pengganggu ini dimanfaatkan orang Banjar di pedesaan untuk memancing induk toman menggunakan belibis yang diikat sebagai "pengganggu" agar induk ikan mendekat lalu diumpan dengan daging kodok.

Ikan toman menyebar luas di Indonesia bagian barat (Sumatra, Jawa, Kalimantan dan pulau-pulau sekitarnya), Malaysia, Thailand, Laos, Vietnam, India, dan mungkin pula Myanmar. Keberadaannya di India barat daya (Tamilnadu dan Kerala) terasa janggal, karena terpisah sekitar 2500 km dari wilayah sebarannya yang lain di Asia Tenggara. Ikan ini diperkirakan dibawa masuk ke India oleh manusia sebelum abad ke-19.

Di California US ia dikenali sebagai 'snakehead'. Diketahui dibawa masuk oleh peniaga dari Asia dan dilepaskan ke dalam sungai secara ilegal.

Giant Snakehead/ sumber : folkscan.com

Di Singapura, toman dipelihara di kolam-kolam dan saluran untuk rekreasi memancing. Ikan ini disukai pemancing karena ‘tarikannya’ yang kuat ketika menyambar umpan di ujung kail.

Ikan toman yang muda berwarna indah dan disukai sebagai ikan akuarium. Karenanya, ikan ini kerap diekspor sebagai ikan hias ke mancanegara, termasuk ke Amerika Serikat.


Belakangan ikan-ikan ini menimbulkan masalah di sana. Tahun 2002 dan 2003 ditemukan empat ekor toman di perairan di Maryland dan Wisconsin. Diduga, ikan-ikan ini terlepas atau dilepaskan dari akuarium. Keberadaan ikan-ikan ini telah menggelisahkan pihak yang berwenang di negara itu karena dikhawatirkan akan berbiak, menginvasi dan mengganggu keseimbangan komunitas alami di perairan setempat.

Dalam dunia kuliner, Ikan toman juga merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang digemari. Dagingnya yang putih lembut menjadikan toman sebagai salah satu favorit untuk ikan bakar, digulai atau dimasak sup. Toman juga kerap diasinkan dan dijual ke Jawa sebagai ikan asin.


Sumber : http://id.wikipedia.org

Sumbe : kocolan.blogspot.com


Refenrensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Toman
http://ms.wikipedia.org/wiki/Ikan_Toman
http://cara-beternaku.blogspot.com/2010/05/deskripsi-ikan-toman-famili-channidae.html
http://habitatnews.nus.edu.sg/guidebooks/freshfish/text/234.htm


Sunday, August 26, 2012

Ikan Tawes

Ikan tawes (Barbonymus goniono Bleeker, 1850) adalah ikan sungai yang biasa dikonsumsi di daerah Asia Tenggara. Ukurannya sedang dan mudah dibudidayakan di kolam-kolam. Menurut catatan FAO, ikan ini pernah diintroduksi ke Filipina (1956) dan ke India (1972). Ikan ini masih berkerabat dengan ikan nilem. Pieter Bleeker telah mengidentifikasi hewan ini pada abad ke-19 dan memberi nama berbeda untuk yang ditemukan di Indonesia (Barbus gonionatus, dengan alternatif Puntius gonionatus, Barbonymus gonionatus, serta Barbodes gonionatus, 1850), dan di Jawa (Barbus javanicus, dengan alternatif Puntius javanicus, 1855). Garibaldi (1996) merevisi P. gonionatus sebagai Barbus gonionatus], namun Kottelat (1999) merevisi kembali dengan menggabungkan kedua spesies dengan dua spesies lain sebagai satu spesies, Barbonymus gonionatus. Nama terakhir ini adalah nama yang dianggap valid.

Nama-nama lainnya, di antaranya lawak, lalawak (melayu); turub hawu (Sunda.); dan tawes, badir (Jawa.). Ada juga yang menyebutnya lampam jawa. Dalam bahasa Inggris, ikan ini dinamai Java Barb, Silver Barb, atau juga Tawes. Ikan ini juga masih berkerabat dengan ikan nilem.

Klasifikasi ilmiah

- Kerajaan   : Animalia
- Filum        : Chordata
- Kelas         : Actinopterygii
- Ordo         : Cypriniformes
- Famili       : Cyprinidae
- Genus       : Barbonymus
- Spesies     : Barbonymus gonionotus (Bleeker, 1850)

Barbus gonionotus Bleeker, 1850
Barbus javanicus Bleeker, 1855
Barbus koilometopon Bleeker, 1857
Puntius jolamarki Smith, 1934
Puntius viehoeveri Fowler, 1943

Bentuk badan agak panjang dan pipih dengan punggung meninggi,kepala kecil, moncung meruncing, mulut kecil terletak pada ujung hidung, sungut sangat kecil atau rudimenter. Di bawah garis rusuk terdapat sisik 5½ buah dan 3-3½ buah diantara garis rusuk dan permulaan sirip perut. Garis rusuknya sempurna berjumlah antara 29-31 buah. Badan berwarna keperakan agak gelap di bagian punggung. Pada moncong terdapat tonjolan-tonjolan yang sangat kecil. Sirip punggung dan sirip ekor berwarna abu-abu atau kekuningan, sirip dada berwarna kuning dan sirip dubur berwarna oranye terang. 
Bagian Depan Ikan Tawes

Bagian Belakang Ikan Tawes
Sumber : http://id.wikipedia.org
Di alam, tawes ditemukan hidup di jaringan sungai dan anak-anak sungai, dataran banjir, hingga ke waduk-waduk. Agaknya ikan ini menyukai air yang diam menggenang. Tercatat pula migrasi ikan ini meski tidak terlampau jauh, yakni dari sungai besar ke anak-anak sungai, saluran, dan dataran banjir, khususnya di awal musim hujan. Penyebaran alaminya tercatat di Sungai Mekong, Chao Phraya, Semenanjung Malaya, Sumatera dan Jawa.

Tawes bersifat herbivora, utamanya memakan tumbuh-tumbuhan seperti Hydrilla, aneka tumbuhan air, dan daun-daunan yang terjatuh ke sungai. Tawes mau juga memangsa aneka invertebrata. Suhu air yang ideal untuk hidupnya antara 22-28 °C.

Sifatnya sebagai herbivora dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan gulma air. Penelitian yang dilakukan di Danau Maninjau, Sumatera Barat, mendapatkan bahwa ikan tawes dan nilem yang tidak diberi pakan secara khusus telah memakan aneka fitoplankton yang terdapat di danau, sehingga jenis-jenis ikan ini berpeluang untuk digunakan sebagai pembersih air danau

Meski sebenarnya ikan tawes adalah ikan yang termasuk herbivore atau pemakan tumbuhan, namun ikan tawes yang sudah dikembang biakkan di kolam dapat diberi makan pelet atau makanan alami berupa daunt talas. Perkembangan ikan di kolam akan jauh lebih cepat karena pola makan yang cukup dan teratur dan tujuannya adalah sebagai ikan konsumsi menyebabkan ikan tawes jarang di gunakan sebagai ikan pancingan di kolam–kolam pancing.

Ikan ini termasuk satu dari lima jenis ikan air tawar terpenting dari pemeliharaan di Thailand. Sebagaimana ikan nila, tawes mudah dipelihara tanpa memerlukan teknik yang rumit dan mahal, menjadikannya ikan kolam yang populer di Bangladesh. Taksiran produksi ikan tawes dari pemeliharaan di wilayah Asia Tenggara dan Bangladesh adalah lebih dari 50.000 ton di tahun 1994.

Bebrapa jenis ikan tawes



Sumber : http://jejakpetualangsungai.blogspot.com

Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Tawes
http://www.kkp.go.id/ikanhias/index.php/products/price/12/Ikan-Tawes-Puntius-Gonionotus/
pemancing.com/ikan-tawes
http://www.iftfishing.com/fishing-guide/fishypedia/tawes

Saturday, July 21, 2012

Ikan Mas

peluang usaha

Ikan Mas (Karper, Common Carp) merupakan jenis ikan yang hidup diperairan tawar. Ikan Mas memiliki nama latin Cyprinus carpio dari keluarga Cyprinid. Common Carp yaitu strain asli ikan mas yang mendominasi keberadaan ikan ini diperairan. Ikan Mas dapat hidup sendiri maupun berkelompok.
Di Indonesia, ikan mas mulai dipelihara sekitar tahun 1920-an. Ikan mas yang terdapat di Indonesia merupakan ikan mas yang dibawa dari Cina, Eropa, Taiwan dan Jepang. Sampai saat ini sudah terdapat 10 ikan mas yang dapat diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologisnya. Di Indonesia sendiri, ikan mas memiliki beberapa nama sebutan yakni kancra, tikeu, tombro, raja, rayo, ameh atau nama lain sesuai dengan daerah penyebarannya.


  Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:Animalia
Filum:Chordata
Kelas:Actinopterygii
Ordo:Cypriniformes
Famili:Cyprinidae
Genus:Cyprinus
Spesies:Cyprinus carpio

Bentuk badan Ikan Mas pada umumnya  adalah agak gemuk dengan tubuh panjang membulat pada bagian perut dan pipih dibagian ekor. Perbandingan panjang total dengan tinggi tubuh berkisar 2,3 : 1 hingga 3,5 : 1. Varian Common Carp ini dapat tumbuh lebih cepat terutama dikolam budidaya berarus sedang. warna dominan pada tubuhnya coklat keemasan, varian warna lain pada Ikan Mas adalah kuning, merah, hitam, putih dan corak kombinasi dari warna-warna tersebut. Mulutnya dapat dilebarkan dengan struktur bibir lunak dan mempunyai dua pasang sungut. bagian kepala tanpa sisik, sedangkan seluruh tubuh dipenuhi sisik agak besar.

Ikan Mas hidup diperairan bebas pada sungai berarus tenang sampai sedang dan area perairan air tawar lainnya, seperti di pinggiran sungai, danau dan waduk. Ikan ini menempati perairan dengan kedalaman yang dangkal sampai sedang, dapat hidup dan berkembang biak diwilayah perairan dengan ketinggian 150--600 meter di atas permukaan air laut (dpl) dan pada suhu 25-30° C. Ikan Mas menyukai perairan yang agak hangat dan keruh yang banyak menyediakan pakan alami. Meskipun tergolong ikan air tawar, ikan mas kadang-kadang ditemukan di perairan payau atau muara sungai yang bersalinitas (kadar garam) 25-30%o.

Tempat yang sangat ideal bagi ikan mas di perairan tawar yaitu ceruk atau area kecil yang terdalam pada suatu dasar perairan, sungai berair tenang yang terlindungi oleh rindangnya pepohonan, pinggiran sungai yang memiliki obyek pelindung seperti poho tumbang dan batu besar dan tepian danau yang di penuhi tanaman air seperti teratai, tunjung, ganggang air dan lain-lain.
Ikan mas menyukai suatu tempat tertentu bukan hanya karena tersedia pakan alami tetapi adanya tumbuhan air yang berguna sebagai tempat memijah dan berlindung. 

Ikan Mas masuk dalam golongan Omnivora dan sangat rakus. ia gemar mengaduk - ngaduk dasar perairan untuk mencari makan. Makanan alaminya meliputi tumbuhan air, lumut, cacing, keong, udang, kerang, larva serangga dan organisme lainnya yang berada diperairan baik yang terdapat pada dasar periran, pertengahan maupun permukaan.

Cara makan ikan ini cukup unik yakni dengan membuka mulutnya lebar - lebar dan menyedot makanannya seperti alat penghisap. Dalam kondisi nafsu yang sangat tinggi, apapun yang dianggapnya makanan akan dihisap kemudian dicicipi dan yang bukan makanan akan dibuang dengan cara disemburkan.

Ikan mas cenderung galak mencari makan dipagi hari saat sinar matahari menghangati perairan dan menjelang sore hari. Sedangkan beberapa faktor yang mempengaruhi pola makan ikan mas adalah kandungan oksigen pada air, tingkat keasaman, tingkat kejernihan dan kesehatan ikan mas itu sendiri.

Didalam budidaya perikanan, Siklus hidup ikan mas dimulai dari perkembangan di dalam gonad (ovarium pada ikan betina yang menghasilkan telur dan testis pada ikan jantan yang menghasilkan sperma). Sebenarnya pemijahan ikan mas dapat terjadi sepanjang tahun dan tidak tergantung pada musim. Namun, di habitat aslinya, ikan mas Bering memijah pada awal musim hujan, karena adanya rangsangan dari aroma tanah kering yang tergenang air.

Secara alami, pemijahan terjadi pada tengah malam sampai akhir fajar. Menjelang memijah, induk-induk ikan mas aktif mencari tempat yang rimbun, seperti tanaman air atau rerumputan yang menutupi permukaan air. Substrat inilah yang nantinya akan digunakan sebagai tempat menempel telur sekaligus membantu perangsangan ketika terjadi pemijahan.

Sifat telur ikan mas adalah menempel pada substrat. Telur ikan mas berbentuk bulat, berwarna bening, berdiameter 1,5-1,8 mm, dan berbobot 0,17-0,20 mg. Ukuran telur bervariasi, tergantung dari umur dan ukuran atau bobot induk. Embrio akan tumbuh di dalam telur yang telah dibuahi oleh spermatozoa.

Jam Tangan Unik Slapia

Antara 2-3 hari kemudian, telur-telur akan menetas dan tumbuh menjadi larva. Larva ikan mas mempunyai kantong kuning telur yang berukuran relatif besar sebagai cadangan makanan bagi larva. Kantong kuning telur tersebut akan habis dalam waktu 2-4 hari. Larva ikan mas bersifat menempel dan bergerak vertikal. Ukuran larva antara 0,50,6 mm dan bobotnya antara 18-20 mg.

Larva berubah menjadi kebul (larva stadia akhir) dalam waktu 4-5 hari. Pada stadia kebul ini, ikan mas memerlukan pasokan makanan dari luar untuk menunjang kehidupannya. Pakan alami kebul terutama berasal dari zooplankton, seperti rotifera, moina, dan daphnia. Kebutuhan pakan alami untuk kebul dalam satu hari sekitar 60-70% dari bobotnya.

Setelah 2-3 minggu, kebul tumbuh menjadi burayak yang berukuran 1-3 cm dan bobotnya 0,1-0,5 gram. Antara 2-3 minggu kemudian burayak tumbuh menjadi putihan (benih yang siap untuk didederkan) yang berukuran 3-5 cm dan bobotnya 0,5-2,5 gram. Putihan tersebut akan tumbuh terus. Setelah tiga bulan berubah menjadi gelondongan yang bobot per ekornya sekitar 100 gram.

Gelondongan akan tumbuh terus menjadi induk. Setelah enam bulan dipelihara, bobot induk ikan jantan bisa mencapai 500 gram. Sementara itu, induk betinanya bisa mencapai bobot 1,5 kg setelah berumur 15 bulan. Induk-induk ikan mas tersebut mempunyai kebiasaan mengaduk-aduk dasar perairan atau dasar kolam untuk mencari makanan.

Saat ini, banyak sekali jenis ikan mas yang beredar di kalangan petani, baik jenis yang berkualitas tidak terlalu tinggi hingga jenis unggul. Setiap daerah memiliki jenis ikan mas favorit, misalnya di Jawa Barat, ikan mas yang paling digemari adalah jenis ikan mas majalaya. Di daerah lain, jenis ini belum tentu disukai, begitu juga sebaliknya. Perbedaan tersebut biasanya dipengaruhi oleh selera masyarakat dan kebiasaan para petani yang membudidayakannya secara turun-temurun.

Jenis-jenis ikan mas secara umum dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yakni ikan mas konsumsi dan ikan mas hias. Jenis ikan mas konsumsi adalah jenis-jenis ikan mas yang dikonsumsi atau dimakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi yang berasal dari hewan. Sementara itu, jenis ikan mas hias umumnya digunakan untuk memenuhi kepuasan batin atau untuk hiasan (pajangan) dan dipelihara di kolam-kolam taman atau akuarium.

Ikan Mas Konsumsi

 

1. Ikan Mas Punten
Ras ini dikembangkan pertama kali pada tahun 1933 di Desa Punten, Malang, Jawa Timur. Tubuhnya relatif pendek, tetapi bagian punggungnya lebar dan tinggi. Karena itu, bentuk badan ikan mas punten terkesan membuntak atau bulat pendek (big belly). Perbandingan antara panjang total dan tinggi badan adalah 2,3-2,4:1. Warna sisik hijau gelap, mata agak menonjol, gerakan tubuhnya lambat, dan bersifat jinak.

2. Ikan Mas Sinyonya atau Putri Yogya
Tidak diketahui pasti asal-usul nama ikan jenis ini. Beberapa orang menyebutkan, ikan mas ini mudah sekali bertelur sehingga disebut sinyonya. Bentuk tubuhnya memanjang (long bodied form) dan punggungnya lebih rendah dibandingkan dengan ikan mas punten. Perbandingan antara panjang dan tinggi badannya sekitar 3,66:1.

Sisiknya berwarna kuning muda seperti warna kulit jeruk sitrus. Mata ikan yang masih muda agak menonjol, kemudian berubah menjadi sipit ketika ikan sudah mulai tua. Sifat ikan mas sinyonya lebih jinak dibandingkan dengan ikan ras punten. Ikan mas sinyonya memiliki kebiasaan berkumpul di permukaan air.

Fekunditas atau jumlah telur ikan mas sinyonya 85.000—125.000 dan diameternya 0,3—1,5 mm. Induk ikan mas sinyonya jantan akan matang kelamin pertama pada umur 8 bulan, sedangkan yang betina pada umur 18 bulan. Ikan mas ini tahan terhadap parasit Myxosporea. Kisaran toleransi pH-nya 5,5—8,5.

3. Ikan Mas Taiwan
Ikan mas taiwan memiliki bentuk badan yang memanjang dan bentuk punggung seperti busur agak membulat. Sisiknya berwarna hijau kekuningan hingga kuning kemerahan di tepi sirip dubur dan di bawah sirip ekor. Ikan mas taiwan sangat responsif terhadap makanan sehingga akan saling berebut ketika diberi pakan. Diduga nenek moyang ikan mas ini berasal dari Taiwan, kemudian diintroduksi dan dikembangkan di Indonesia.

4. Ikan Mas Merah
Ciri khas dari ikan mas ini adalah sisiknya yang berwarna merah keemasan. Gerakannya aktif, tidak jinak, dan paling suka mengaduk-aduk dasar kolam. Bentuk badannya relatif memanjang. Dibandingkan dengan ras sinyonya, posisi punggungnya relatif lebih rendah dan tidak lancip. Matanya agak menonjol.

5. Ikan Mas Majalaya
Meitri Setiyo Pict:// BBI/ Kab. Sekadau/ 2011
Sesuai dengan namanya, ikan mas ini berkembang pertama kali di daerah Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ukuran badannya relatif pendek dan punggungnya lebih membungkuk dan lancip dibandingkan dengan ras ikan mas lainnya. Perbandingan antara panjang dan tinggi tubuhnya adalah 3,2:1. Bentuk tubuhnya semakin lancip ke arah punggung dan bentuk moncongnya pipih. Sifat ikan mas ini relatif jinak dan biasa berenang di permukaan air. Sisiknya berwarna hijau keabuan dan bagian tepinya berwarna lebih gelap, kecuali di bagian bawah insang dan di bagian bawah sirip ekor berwarna kekuningan. Semakin ke arah punggung, warna sisik ikan ini semakin gelap. Ikan mas majalaya memiliki keunggulan, di antaranya laju pertumbuhannya relatif cepat, tahan terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila, rasanya lezat dan gurih, dan tersebar luas di Indonesia. Fekunditas atau jumlah telur yang dihasilkan ikan mas majalaya tergolong tinggi, yakni 84.000—110.000 butir per kilogram induk.

5. Ikan Mas Yamato
Ikan mas ini kurang populer di kalangan petani ikan mas di Indonesia. Bentuk tubuhnya memanjang. Sisiknya berwarna hijau kecokelatan. Ikan mas ini banyak ditemukan dan dibudidayakan di Asia Timur, seperti Cina dan Jepang.

6. Ikan Mas Lokal
Ikan mas ini sebenarnya belum bisa digolongkan sebagai salah satu ras atau jenis ikan mas. Meskipun demikian, ikan ini justru paling banyak ditemukan di lapangan dan paling banyak dikenal oleh petani ikan dewasa ini.
Bentuk tubuh dan warnanya merupakan kombinasi dari beberapa jenis ikan mas yang sudah ada. Secara umum, bentuk tubuhnya memanjang dan matanya tidak sipit. Kemungkinan besar ikan ini muncul akibat perkawinan silang yang tidak terkontrol dengan jenis-jenis ikan mas lain yang ada di masyarakat.

Ikan Mas Hias

Jenis-jenis ikan mas yang digolongkan ke dalam kelompok ikan mas hias sebagai berikut.

1. Ikan Mas Kumpay
Ciri yang menonjol dari ikan mas kumpay adalah semua siripnya panjang dan berumbai sehingga tampak indah ketika sedang bergerak. Warna sisiknya sangat bervariasi, ada yang putih, kuning, merah, dan hijau gelap. Bentuk badannya memanjang seperti ikan mas sinyonya. Pertumbuhannya tergolong lambat. Kadang-kadang, ikan mas ini juga dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi.

2. Ikan Mas Kancra Domas
Bentuk tubuhnya memanjang. Gerakannya mirip ikan mas taiwan, yakni selalu aktif dan kurang jinak. Sisiknya berukuran kecil dan susunannya tidak beraturan. Warna sisiknya bervariasi, ada yang biru, cokelat, atau hijau. Sisik punggungnya berwarna gelap. Semakin ke arah perut, warnanya semakin terang keperakan atau keemasan.

3. Ikan Mas Kaca
Ciri khas ikan ini adalah sebagian tubuhnya tidak tertutup sisik. Bagian yang tidak tertutup sisik sepintas tampak bening, mirip kaca. Di sepanjang gurat sisi (linea lateralis) dan di sekitar pangkal siripnya terdapat sisik berwarna putih mengilap. Sisik tersebut berukuran besar dan tidak seragam.

4. Ikan Mas Fancy
Bentuk tubuh ikan mas ini memanjang. Sisiknya berwarna putih, kuning, dan merah. Pada tubuhnya terdapat totol-totol berwarna hitam. Karena warnanya yang bermacam-macam itulah ikan mas ini disebut fancy.

5. Ikan Mas Koi
Ikan mas koi atau yang lebih populer disebut koi (saja) ini berasal dari Jepang. Mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1980. Bentuk badannya bulat memanjang. Warna sisiknya beragam, ada putih, kuning, merah menyala, hitam, atau kombinasi dari warna-warna tersebut.
Hobiis ikan mas umumnya menyukai ikan koi jenis bastar karena warna dan pola totolnya yang indah dan menarik. Ikan koi disukai hobiis karena gerakannya lambat dan cukup jinak.
Ikan koi memiliki beragam nama yang disesuaikan dengan pola dan warna tubuhnya, misalnya platinum nishikigoi, shusui nishikigoi, shusi nishikigoi, kohaku nishikigoi, dan taishusanshoku nishikigoi.

Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_mas
http://www.mancing.info/index.php/mengenal-ikan-mas
http://galeriukm.web.id/unit-usaha/perikanan/budidaya-ikan-mas


Ikan Mas (karper, Common Carp) yang di kenal di Indonesia memiliki nama latin

Artikel asli dari: http://www.mancing.info/index.php/mengenal-ikan-mas/2-spesis
Copyright ©2011 www.mancing.info
Silahkan kontak redaksi@mancing.infoikaikam
Seperti ikan-ikan lainnya, cara berkembang biak Ikan Mas adalah bertelur. Masa pijahnya (breeding season) bisa terjadi sepanjang tahun. Tetapi di perairan alami daerah tropis masa kawinnya adalah pada saat awal musim hujan di mana saat itu terjadi rangsangan dari aroma tanah kering yang tergenang oleh air.

Artikel asli dari: http://www.mancing.info/index.php/mengenal-ikan-mas/4-perkembangbiakan
Copyright ©2011 www.mancing.info
Silahkan kontak redaksi@mancing.info
Ikan Mas (karper, Common Carp) yang di kenal di Indonesia memiliki nama latin Cyprinus Carpio dari keluarga Cyprinid. Common Carp adalah strain asli Ikan Mas yang mendominasi keberadaan ikan ini di perairan. Ikan Mas dapat hidup sendiri maupun berkelompok di perairan tawar yang berlumpur.

Artikel asli dari: http://www.mancing.info/index.php/mengenal-ikan-mas/2-spesis
Copyright ©2011 www.mancing.info
Silahkan kontak redaksi@mancing.info
Ikan Mas (karper, Common Carp) yang di kenal di Indonesia memiliki nama latin Cyprinus Carpio dari keluarga Cyprinid. Common Carp adalah strain asli Ikan Mas yang mendominasi keberadaan ikan ini di perairan. Ikan Mas dapat hidup sendiri maupun berkelompok di perairan tawar yang berlumpur.

Artikel asli dari: http://www.mancing.info/index.php/mengenal-ikan-mas/2-spesis
Copyright ©2011 www.mancing.info
Silahkan kontak redaksi@mancing.info
Ikan Mas (karper, Common Carp) yang di kenal di Indonesia memiliki nama latin Cyprinus Carpio dari keluarga Cyprinid. Common Carp adalah strain asli Ikan Mas yang mendominasi keberadaan ikan ini di perairan. Ikan Mas dapat hidup sendiri maupun berkelompok di perairan tawar yang berlumpur.

Artikel asli dari: http://www.mancing.info/index.php/mengenal-ikan-mas/2-spesis
Copyright ©2011 www.mancing.info
Silahkan kontak redaksi@mancing.info
Ikan Mas (karper, Common Carp) yang di kenal di Indonesia memiliki nama latin Cyprinus Carpio dari keluarga Cyprinid. Common Carp adalah strain asli Ikan Mas yang mendominasi keberadaan ikan ini di perairan. Ikan Mas dapat hidup sendiri maupun berkelompok di perairan tawar yang berlumpur.

Artikel asli dari: http://www.mancing.info/index.php/mengenal-ikan-mas/2-spesis
Copyright ©2011 www.mancing.info
Silahkan kontak redaksi@mancing.info